"Kami mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja. Nah, kampanye ini membagikan 2.000 tas purun dari Kalimantan Selatan sebagai pilihan alternatif. Dengan harapan, ke depannya kita bisa mereduksi sampah plastik," tutur Karliansyah kepada media, di Pasar Santa, Jakarta Selatan.
Karliansyah menegaskan, masyarakat Indonesia harus sadar bahwa dampak negatif dari sampah plastik ini tidak hanya dirasakan oleh mereka sendiri, tetapi keluarga, dan generasi yang akan datang.
Selain melakukan serangkaian kampanye, KLHK juga telah meluncurkan berbagai program khusus guna menanggulangi isu sampah plastik. Salah satunya kebijakan plastik berbayar.
Namun dalam realisasinya, kebijakan ini sempaf memicu pro dan kontra. Banyak yang mempertanyakan perihal dana yang diterima oleh pemerintah dari program tersebut.
(Baca Juga:Diduga Langgar Aturan Telanjang Dada di Pantai Thailand, Seorang Model Seksi Terancam Denda)
"Sebetulnya bukan berbayar, tapi lihat lah tujuan utama program itu. Kalau mereka masih menggunakan plastik justru dapat menimbulkan masalah lingkungan yang lebih kompleks. Air dan udara kita sudah tercemar," tegasnya.