KEDEKATAN antara orangtua dengan anak dapat dipupuk sedari kecil. Tidak peduli apapun jenis kelamin anak. Ya, selama ini muncul anggapan bila anak perempuan akan lebih dekat dengan ayahnya sedangkan anak laki-laki lebih dekat dengan ibunya.
Namun anggapan itu tidak benar adanya alias hanya sekadar mitos. Menurut psikolog Ayoe Sutomo, anak sebenarnya bisa dekat dengan kedua orangtuanya.
"Tergantung bagaimana masing-masing orangtua mengambil peran dalam tumbuh kembang anak mulai dari lahir hingga dewasa," ungkapnya saat dihubungi Okezone Jumat, 20 Juli 2018 melalui sambungan telepon.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bila orangtua memegang peranan penting untuk menyeimbangkan aspek kognitif, emosi, dan sosial anak.
(Baca Juga:Ini Dia Dukagjin Lipa, Ayah Dua Lipa yang Tampannya Bikin Salah Fokus)
"Ibu mengajarkan empati sedangkan ayah mengajarkan logika untuk pengambilan keputusan. Kedua hal ini penting bagi anak. Pesan saya sebetulnya ayah dan ibu punya keunggulan yang diperlukan anak," terang Ayoe.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bila ayah dan ibu memiliki peran yang sama terhadap anak untuk membangun kedekatan. Hal senada juga diungkapkan oleh psikolog lain, Karina Priliani. Dirinya menjelaskan bila ayah dan ibu memiliki peran yang seimbang.
(Baca Juga:6 Potret Cantiknya Paula Verhoeven, Model yang Siap Dinikahi Baim Wong)
"Mengenai anggapan anak laki-laki lebih dekat dengan ibu dan anak perempuan lebih dekat dengan ayah itu ada penjelasan ilmiahnya. Kondisi ini memang terlihat saat besar. Tapi ketika kecil anak-anak cenderung dekat ke ibu karena lebih membutuhkan," terang Karina.
Dirinya menjelaskan lebih lanjut tentang kondisi ini. "Setiap jenis kelamin apapun pada saat masa perkembangan mereka akan mencari figure role model untuk lawan jenis. Ketika dewasa mereka mulai menyadari perbedaan, otomatis yang terdekat untuk role model adalah orangtuanya. Tapi bukan berarti anggapan tersebut mutlak," pungkas Karina.
(Utami Evi Riyani)