PERUBAHAN zaman turut memengaruhi pola asuh orangtua terhadap anak. Salah satu pemicunya adalah kemajuan teknologi. Hal ini membuat orangtua zaman sekarang atau generasi milenial mudah mengakses informasi. Namun tetap saja ada sisi positif dan negatifnya.
"Orangtua milenial diberi kemudahan dengan kemajuan teknologi sehingga memiliki akses informasi mengenai pendidikan dan keterbukaan terhadap hal baru. Orangtua milenial hidup dengan zaman yang cukup maju sehingga ketika mendidik anak gayanya berubah, tidak harus saklek, lebih banyak rileks. Berbeda dengan orangtua zaman dulu," terang psikolog Ayoe Sutomo kepada Okezone melalui pesan singkat, Jumat, 20 Juli 2018.
(Baca Juga: Ini Dia Dukagjin Lipa, Ayah Dua Lipa yang Tampannya Bikin Salah Fokus)
Selanjutnya, orangtua milenial memiliki model pengasuhan yang lebih kreatif. Sebab ilmu pengetahuan mengenai pengasuhan lebih mudah diakses membuat orangtua memiliki banyak pilihan ragam aktivitas untuk anak. Dengan begitu kegiatan bersama anak menjadi lebih menyenangkan karena banyak inspirasi. Namun di sisi lain perkembangan teknologi turut membawa dampak negatif.
"Orangtua sangat mengandalkan gadget termasuk di dalam pola pengasuhan. Banyak yang memanfaatkan gadget untuk mendidik anak dan pada akhirnya karena nyaman, kedekatan emosi menjadi kurang. Otomatis interaksi fisik secara langsung berkurang padahal sebenarnya sarana bonding emosi yang paling baik dengan anak adalah kontak fisik," jelas Ayoe.
(Baca Juga:6 Potret Cantiknya Paula Verhoeven, Model yang Siap Dinikahi Baim Wong)
Selain itu, ritme hidup yang kian sibuk dan hadirnya media sosial membuat tuntutan zaman semakin tinggi. Banyak orangtua yang berusaha untuk memenuhi materi sebanyak mungkin.
"Akhirnya berimbas pada waktu terhadap anak dan keluarga menjadi berkurang karena tidak pandai mengatur waktu. Sebab orangtua waktunya habis untuk kebutuhan materi," imbuh Ayoe.
Satu hal yang ditekankan oleh Ayoe, orangtua perlu memiliki kontrol pengasuhan yang baik. "Sebaik-baiknya pola pengasuhan yang paling penting adalah kontak dengan anak. Hubungan parenting sehat adalah adanya interaksi fisik, ngobrol berdampingan, dan melakukan aktivitas bersama anak," pungkasnya.
(Utami Evi Riyani)