Keunikan gua yang dijadikan hunian ini pun cocok bagi mahasiswa atau akademisi yang hendak berwisata sekaligus meneliti gua. Pasalnya, geomorfologi gua yang megah tersebut diperkirkan telah berumur 763 juta tahun.
Menurut Al Shadwi pun menyayangkan kondisi gua yang ternyata sudah mulai memiliki keretakan akibat ulah manusia yang menghuni gunung. Untuk membuat sumber air bersih, Al Shadwi membangun bendungan kecil untuk menampung air hujan, sehingga penduduk aman tidak kekurangan air.
“Mesuem geologi ini memiliki banyak retakan yang digunakan oleh manusia yang menghuni gunung. Bendungan kecil juga dibangun untuk menangkap air hujan, agar persediaan air aman,” pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)