Contohnya saja, bagi wisatawan domestik dan mancanegara yang selama ini hanya sekadar berkeliling atau meniti satu persatu anak tangganya, lain waktu jika kembali berkunjung, cobalah untuk berjalan searah jarum jam. Apa yang akan Anda dapatkan? Tentu saja sebuah pengalaman baru, menyaksikan relief candi yang ternyata menyimpan kisah legenda Ramayana.
Jelas saja sudah begitu masyhur di dunia, sebab Candi Borobudur pun merupakan bagian dari tujuh keajaiban dunia dan candi Buddha terbesar di abad ke 9. Selain itu, pada candi yang dibangun pada masa Dinasti Sailendra ini memiliki 1.460 relief, 504 stupa yang memiliki bentuk bangunan berupa punden berundak terdiri dari 10 tingkat.
Menjelajahi tiap sisi Candi Borobudur seharusnya pengunjung dapat melihat petunjuk hidup yang mampu menjauhkan diri dari nafsu dunia, menuju pencerahan, dan kebijaksanaan menurut ajaran Buddha, tidak hanya sekadar berwisata dan berfoto saja. Candi Borobudur pun memiliki 3 zona yang mengisahkan alam dengan berbeda dan tingkatan kehidupan yang lain pula.