“Tidak yakin seratus persen yakin bagaimana mengucapkan sebuah kata dapat menempatkan orang dalam situasi yang sulit. Kesulitan ini terutama ketika Anda sedang berada di restoran atau suatu tempat yang kamu tidak bisa “pergi” begitu saja untuk menghindari jika salah pengucapan,” ungkap sang juru bicara.
Dalam penelitian tersebut, ditemukan hasil bahwa orang-orang dua kali lebih mungkin salah mengucap nama makanan yang tidak familiar, mengaku karena memang tidak mengetahui cara mengucapkannya.
Dengan penelitian yang sama, juga dikatakan bahwa sepertiga dari populasi Inggris nyatanya mengalami kesulitan saat melakukan pemesanan makanan karena tidak bisa mengucapkan dengan benar dan gamblang menu makanan yang dikehendaki.
Hingga akhirnya menghasilkan, satu dari lima orang Inggris mendapatkan hidangan sajian yang benar-benar berbeda dengan menu hidangan yang diinginkan, apalagi kalau bukan karena perkara pengucapan nama makanan yang tidak benar ini. Demikian seperti diwarta Theindependent, Selasa (17/7/2018).
(Dinno Baskoro)