Profesi Sampingan Unik Para Pemain Bola, Ada yang Rela Jadi Buruh Pabrik

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Minggu 08 Juli 2018 14:22 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

BERMAIN di akhir pekan dan berlatih di hari kerja adalah aktivitas rutin seorang pesepakbola profesional. Tuntutan industri sepakbola yang tinggi terkadang membuat banyak orang berpikir bahwa para pesepakbola tidak memiliki banyak waktu senggang.

Faktanya tidak demikian. Seorang pesepakbola juga punya cukup banyak waktu senggang, terutama ketika sedang tidak ada pertandingan. Umumnya, pesepakbola hanya berlatih selama 2 jam setiap hari dalam dua sesi, yakni pagi dan sore hari.

Usai latihan, para pesepakbola tentu memiliki banyak waktu luang. Ada yang mengisinya dengan berjalan-jalan, ada juga yang sekedar istirahat. Tidak sedikit pula yang mengambil pekerjaan sampingan di sela-sela kesibukan sebagai pesepakbola profesional.

Tentu profesi yang biasa diambil tidak mengganggu kesibukan sebagai pesepakbola yang merupakan mata pencaharian utama. Sudah menjadi rahasia umum pula bila pesepakbola menjadi model berbagai merk ternama di luar lapangan.

Baca Juga: 5 Kelakuan Pemain Sepakbola di Lapangan, Buang Hajat hingga Pegang Alat Kelamin Lawan!

Tetapi, ada juga yang memiliki profesi-profesi unik sebagai sampingan. Berikut para pesepakbola dengan profesi sampingan yang tidak biasa, dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (7/7/2018).

1. Hannes Thor Halldorsson

 

(Foto: Scoopnest.com)

Namanya dipuji dunia saat berhasil menepis tendangan penalti superstar Argentina, Lionel Messi. Kehidupannya segera diulas oleh berbagai media. Terungkap kemudian kalau Hannes adalah seorang sutradara di waktu senggangnya.

Salah satu yang cukup terkenal adalah iklan komersial bersama produsen minuman bersoda terkenal. Hannes menyutradarai iklan tersebut dalam rangka menyambut Piala Dunia 2018. Selain film dan iklan, ia juga pernah menjadi sutradara musik video untuk diikutkan dalam kontes Eurovision guna mewakili Islandia.

2. Birkir Mar Saevarsson

(Foto: svenskafans)

Ketika sebagian besar pemain sepakbola mulai giat berlatih untuk menyambut Piala Dunia, Birkir justru tetap melakukan pekerjaannya sebagai buruh pabrik garam di Reykjavik. Pria berusia 33 tahun itu mengaku bosan jika hanya berdiam saja saat tidak bermain untuk klubnya, Valur.

“Saya tidak bisa duduk diam sepanjang hari dan tidak melakukan apapun. Itu sangat membosankan dan Anda bisa jadi malas. Saya tidak mau bermalas-malasan menjelang Piala Dunia,” ujar Birkir Mar Saevarsson, mengutip dari Sport Bible.

3. Thomas Muller

(Foto: Goal.com)

Penyerang klub Bayern Munich itu menikah dengan seorang equestrian, Lisa, sejak 2011. Pekerjaan sang istri mau tidak mau membawanya kepada pekerjaan baru, sebagai seorang peternak kuda.

Thomas dan Lisa memiliki belasan ekor kuda di peternakan mereka yang terletak di Bavaria. Sesuai kontraknya dengan klub, Thomas Muller tidak diperkenankan mengendarai kuda. Akan tetapi, ia memilih untuk berkonsentrasi untuk merawat kuda-kudanya di waktu senggang.

Melansir dari Deutsche Welle, gairah pemuda berusia 28 tahun itu sangat tinggi terhadap dunia berkuda. Diyakini gairah tinggi itu membuatnya menolak sejumlah tawaran bermain di klub asing karena tidak ingin meninggalkan peternakan kuda miliknya.

4. Mathieu Flamini

(Foto: Breaking News)

Tidak banyak yang tahu kalau gelandang berkewarganegaraan Prancis itu punya bisnis sampingan sebagai pebisnis. Mathieu Flamini diam-diam mendirikan perusahaan biokimia bernama GF Biochemicals bersama seorang rekannya. Perusahaan tersebut memproduksi levulinic acid (LA) yang diklaim dapat membuat dunia lebih hijau.

Bisnis itu dirintisnya bersama seorang kawan, Pasquale Granata, saat Flamini bermain di AC Milan pada 2008. GF diketahui adalah singkatan dari nama Granata dan Flamini. Perusahaan tersebut didirikan karena concern yang begitu besar dari kedua sosok tersebut akan kelangsungan hidup di planet bumi.

Tentu pekerjaan mengolah si kulit bundar tetap diutamakan oleh Flamini. Operasional sehari-hari diserahkan sepenuhnya kepada tim, termasuk Pasquale Granata. Akan tetapi, mantan gelandang Arsenal itu ikut memikirkan strategi pengembangan bisnis perusahaan.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya