Bakteri yang ada pada air liur juga berperan dalam menjaga tingkat keasaman pada mulut dan menyalurkan mineral penting agar gigi dan gusi tetap sehat. Jika jumlah bakteri baik ini berkurang, maka gusi menjadi rentan mengalami masalah dan gigi akan menjadi lebih mudah goyah dan copot.
Namun, setiap tingkat reaksi bakteri di mulut berbeda-beda. Ini tergantung jenis minuman beralkohol yang diminum. Masalah pada mulut dan gigi akan semakin berisiko bila Anda juga kurang menjaga kesehatan mulut dengan baik.
BACA JUGA: Tak Hanya Manusia yang Gila Bola, Kucing Ini Pun Ikut-Ikutan Teriak Gol
Ketidakseimbangan bakteri juga bisa menyebabkan kondisi yang lebih parah bila tidak segera diatasi atau dicegah. Gigi berlubang dan gusi berdarah menyebabkan adanya luka terbuka yang memungkinkan bakteri jahat memasuki aliran darah. Ini bisa meningkatkan risiko seragan jantung, stroke, disfungsi ereksi (impotensi), dan bahkan bayi lahir dengan berat rendah karena racun dari bakteri bisa melewati plasenta.
Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, sebaiknya Anda mulai mengurangi konsumsi minuman beralkohol. Selain itu, hindari penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol. Rutin membersihkan gigi dan melakukan pemeriksaan gigi dan gusi ke dokter. Anda dapat menjaga keseimbangan bakteri baik di mulut dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt atau kefir.
(Risna Nur Rahayu)