APA jadinya jika seorang pria tak memiliki Mr P? Fungsi tubuhnya tentu berbeda dengan laki-laki lain dan ini berdampak buruk untuk kesehatannya.
Ya, baru-baru ini dikabarkan bahwa Andrew Wardle yang berusia 44 tahun akhirnya memiliki Mr P yang telah lama dia inginkan. Wardle tak memiliki penis karena dia mengalami kondisi yang disebut dengan Exstrophy Kandung Kemih. Penyakit ini membuat Wardle tidak memiliki batang penis dan hanya memiliki satu buah zakar.
Dilansir dari Mens Health, Kamis (28/6/2018), sejak kecil, Wardle sudah sering bolak-balik ruang operasi. Alasannya tentu menjaga kesehatan kantung kemihnya yang tak bekerja dengan baik. Kondisi ini membuatnya dihantui cacat total di bagian tubuh lainnya; tulang panggul, usus, dan organ reproduksi.
Nah, agar kantung kemihnya tetap bekerja baik, tindakan medis pun harus dia rasakan sepanjang hidupnya. Adalah dengan menambahkan tabung di dalam kantung kemih yang membantu mengumpulkan air kencingnya di dalam kantong urostomi - dan meskipun itu membuatnya lebih mudah bagi Wardle untuk melewati air, kondisinya secara keseluruhan masih membuatnya menderita depresi. Pada tahun 2012, Wardle berusaha bunuh diri!
"Dokter saya tahu tentang depresi dan usaha bunuh diri saya," kata Wardle kepada Daily Mail. "Dia mengatakan kepada saya: 'Kamu tidak bisa hidup seperti ini," sambungnya.
(Baca Juga: 5 Fakta Orgasme yang Wajib Kamu Tahu, Nomor 4 Bikin Nagih Terus!)
Wardle bertemu dengan Dan Wood, seorang konsultan urologi di UCLH di London, yang menjelaskan dia bisa membantu membuatkan kandung kemih baru. Rekan Wood, David Ralph - sesama ahli urologi dan spesialis dalam rekonstruksi alat kelamin - mengatakan dia bisa membuat Mr Happy palsu yang biasa disebut dengan "Bionic Penis".
Tindakan itu pun diamini Wardle. Dokter mengangkat kantong urostomy Wardle dan menggantinya dengan Mitrofanoff. Menurut Departemen Urologi Universitas Columbia, Mitrofanoff adalah saluran kecil yang menghubungkan kandung kemih ke bagian luar tubuh. Kateter digunakan untuk mengosongkan urin dari kandung kemih melalui saluran dan katup satu arah yang digunakan untuk mempertahankan kontrol urin.
"Kurasa itu menyelamatkan hidupku lebih dari penisku," kata Wardle. "Urostomy adalah yang terburuk. Aku tidak merasa seperti manusia, tapi aku pikir aku terjebak alat tersebut," papar pria berusia 44 tahun tersebut.
Membentuk Penis Palsu Wardle
Pada November 2015, Ralph melakukannya untuk yang pertama dari banyak operasi Wardle. Untuk tindakan pembuatan bionic penis itu, Wardle mesti membayar biaya seharga Rp 929 miliar!
Tata laksananya yaitu Ralph menggunakan kulit dan otot dari lengan kiri Wardle dan sebuah vena dari kaki kanannya untuk membangun anggota baru. Kulit dan otot membungkus vena seperti tabung yang kemudian semuanya dimanipulasi ke dalam bentuk Mr P pada umumnya dan pembedahan pemasangan Mr P pun dilakukan setelahnya. Penis baru ini juga mengandung implan yang dapat dipompa penuh cairan saline untuk menghasilkan ereksi.
Wardle menerima operasi terakhirnya pada hari Jumat, di mana itu termasuk menggembungkan implan penis. Sekarang, dia harus hidup dengan ereksi selama 10 hari sebelum dokter bisa mengempiskannya lagi.
Untuk aktivasi Mr P, dia harus menunggu enam minggu sebelum dibersihkan untuk akhirnya bisa digunakan untuk melakukan hubungan seksual dengan pacarnya yang bernama Fedra Fabian.
"Saya sangat senang bahwa saya dapat melanjutkan hidup sekarang," katanya. "Tapi saya pikir berhubungan seks untuk pertama kalinya lebih merupakan masalah besar bagi orang lain daripada bagi saya. Saya telah menghabiskan 44 tahun tanpa penis dan saya telah terbiasa dengan tidak berhubungan seks selama itu. Sepertinya ini akan membutuhkan waktu beberapa saat untuk mendapatkan hal-hal baru," paparnya.
Dia menambahkan bahwa "tentu saja" dia menantikan untuk belajar semua tentang seks untuk pertama kalinya. Tetapi, dia lebih senang akhirnya bisa merasakan hal-hal yang luar biasa ini. "Bagi saya, [seks bukanlah] yang menjadi hal yang paling saya impikan," katanya.
(Muhammad Saifullah )