Penis Bionik Seharga Rp929 Miliar Perdana Diluncurkan, Seperti Apa Kehebatannya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 28 Juni 2018 11:08 WIB
Share :

APA jadinya jika seorang pria tak memiliki Mr P? Fungsi tubuhnya tentu berbeda dengan laki-laki lain dan ini berdampak buruk untuk kesehatannya.

Ya, baru-baru ini dikabarkan bahwa Andrew Wardle yang berusia 44 tahun akhirnya memiliki Mr P yang telah lama dia inginkan. Wardle tak memiliki penis karena dia mengalami kondisi yang disebut dengan Exstrophy Kandung Kemih. Penyakit ini membuat Wardle tidak memiliki batang penis dan hanya memiliki satu buah zakar.

Dilansir dari Mens Health, Kamis (28/6/2018), sejak kecil, Wardle sudah sering bolak-balik ruang operasi. Alasannya tentu menjaga kesehatan kantung kemihnya yang tak bekerja dengan baik. Kondisi ini membuatnya dihantui cacat total di bagian tubuh lainnya; tulang panggul, usus, dan organ reproduksi.

Nah, agar kantung kemihnya tetap bekerja baik, tindakan medis pun harus dia rasakan sepanjang hidupnya. Adalah dengan menambahkan tabung di dalam kantung kemih yang membantu mengumpulkan air kencingnya di dalam kantong urostomi - dan meskipun itu membuatnya lebih mudah bagi Wardle untuk melewati air, kondisinya secara keseluruhan masih membuatnya menderita depresi. Pada tahun 2012, Wardle berusaha bunuh diri!

"Dokter saya tahu tentang depresi dan usaha bunuh diri saya," kata Wardle kepada Daily Mail. "Dia mengatakan kepada saya: 'Kamu tidak bisa hidup seperti ini," sambungnya.

(Baca Juga: 5 Fakta Orgasme yang Wajib Kamu Tahu, Nomor 4 Bikin Nagih Terus!) 

Wardle bertemu dengan Dan Wood, seorang konsultan urologi di UCLH di London, yang menjelaskan dia bisa membantu membuatkan kandung kemih baru. Rekan Wood, David Ralph - sesama ahli urologi dan spesialis dalam rekonstruksi alat kelamin - mengatakan dia bisa membuat Mr Happy palsu yang biasa disebut dengan "Bionic Penis".

Tindakan itu pun diamini Wardle. Dokter mengangkat kantong urostomy Wardle dan menggantinya dengan Mitrofanoff. Menurut Departemen Urologi Universitas Columbia, Mitrofanoff adalah saluran kecil yang menghubungkan kandung kemih ke bagian luar tubuh. Kateter digunakan untuk mengosongkan urin dari kandung kemih melalui saluran dan katup satu arah yang digunakan untuk mempertahankan kontrol urin.

"Kurasa itu menyelamatkan hidupku lebih dari penisku," kata Wardle. "Urostomy adalah yang terburuk. Aku tidak merasa seperti manusia, tapi aku pikir aku terjebak alat tersebut," papar pria berusia 44 tahun tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya