4. Tari Lenggang Nyai
Tari Lenggang Nyai diciptakan oleh Wiwik Widiastuti, koreografer Yogyakarta pada 1998. Tarian ini menjadi populer dan sering ditampilkan pada acara seni dan pariwisata dalam negeri hingga mancanegara. Tari yang dibawakan oleh sekira empat hingga enam gadis kecil ini, bisa dibilang merupakan paduan dari gaya Cokek, Tari Topeng, dan ada pengaruh China.
5. Roti buaya
Tidak lengkap rasanya bila warga asli Betawi menikah tanpa ada roti buaya. Kehadiran roti berbentuk buaya yang cukup besar dalam acara pernikahan ini bukan tanpa alasan atau sekadar kebiasaan belaka, sebab makna roti buaya terkait dengan perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya. Buaya juga dianggap sebagai hewan yang melambangkan kesabaran.
(Fakhri Rezy)