MERASA kesal dengan anak yang mulai berani berbohong? Hal ini menakutkan, tapi jangan kemudian Anda sebagai orangtua menyalahkan si anak sepenuhnya!
Sebab, anak-anak ternyata masih belum bisa membedakan mana kebohongan dan kebenaran secara benar. Kebohongan yang biasanya dilakukan anak-anak terjadi karena kondisi tekanan yang diterima.
Ketika si anak tahu bahwa akan ada dampak buruk yang bakal dia terima, maka dia akan menutupi hal tersebut. Ya, mudahnya ketika ditanya 'Sudah mandi belum?' tak sedikit dari anak-anak akan menjawab sudah. Dengan kata lain, kebohongan itu demi menjaga dirinya dari efek buruk.
Baca Juga: Menu Makanan Belanda Jadi Selingan Masakan Lebaran di Keluarga Aubry Beer
(Foto: Reuters)
Tapi, bagaimana pun, berbohong adalah sesuatu yang tidak baik. Kebiasaan ini jika dibiarkan malah akan membawa dampak yang lebih buruk. Tidak mau kan anak Anda berani berbohong sekali pun itu hal sepele?
Nah, untuk mengatasi masalah ini, seperti dilansir dari Bustle, ada yang harus dilakukan orangtua. Hal pertama yang mesti dikerjakan adalah meyakinkan si anak bahwa orantuanya adalah contoh terbaik dirinya.
Tidak menutup kemungkinan si anak bisa berbohong ketika dia tahu bahwa orangtuanya juga berbohong di depan dia. Alasan ini yang kemudian membenarkan bahwa berbohong itu diperbolehkan. Maka dari itu, menjadi contoh terbaik untuk si anak adalah upaya pertama yang sudah seharusnya diterapkan setiap orangtua.
Baca Juga: Agar Tak Bosan, Ini 7 Cara Ciuman yang Harus Kamu Coba
(Foto: Parentmap)
Lalu, hal lainnya yang bisa dilakukan adalah menjelaskan kepada si anak apa itu kebenaran dan kebohongan. Seperti di awal bahasan, tak sedikit juga dari anak-anak yang belum bisa membedakan dua hal tersebut.
Nah, jika orangtua bisa menjelaskan dengan baik apa itu kebohongan dan kebenaran, baik itu makna maupun perbedaan, maka diharapkan si anak tidak akan melakukan hal buruk tersebut. Sebagai orangtua, Anda juga harus mengambil langkah-langkah dan menjelaskan konsekuensi yang didapat jika tidak jujur.
Hal yang tidak kalah penting adalah mengajarkan anak Anda cara menyeimbangkan kejujuran dengan belas kasih. Hal ini adalah keterampilan sosial paling canggih yang harus dipelajari anak mana pun dalam hidupnya.
Sementara itu, bagaimana jika si anak sudah terlanjur berbohong? Tepatkah pemberian hukuman dilakukan?
Jika anak Anda terlanjur berbohong, Anda sebagai orangtua harus berani tegas. Jika si anak ketahuan berbohong, maka segera beritahu dia. Jangan kemudian menganggapnya itu bukan hal besar. Sebab, ketika dia merasa itu bukan hal yang salah, kemungkinan diulangi sangat bisa terjadi.
Memberikan si anak peringatan atau kesempatan untuk memperbaiki kesalahan mereka juga perlu dilakukan. Daripada memarahi, lebih baik Anda minta mereka menceritakan apa yang sebenarnya terjadi akan lebih menyenangkan. Ini juga berkaitan dengan menyadari si anak bahwa ketika dia berbohong, maka akan ada hukuman setelahnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)