“Bahkan yang lebih menyusahkan adalah memberi tahu perempuan jika tubuh mereka menyerap bahan kimia yang terkandung di cat kuku dengan relatif cepat setelah digunakan,” ujarnya.
Baca Juga: Ucapan Selamat Idul Fitri ala Shahrukh Khan Jadi Viral di Dunia Maya
Menurut database kosmetik EWG, lebih dari 1.500 produk kuku mengandung. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jumlah yang beredar di pasaran lebih banyak. Bahkan ada pula produk yang mengandung bahan kimia lain yang bisa membahayakan.
Guna menyiasati temuan ini, para peneliti menyarankan agar perempuan selalu memeriksa label produk sebelum membeli produk untuk melihat kandungan bahan kimia di dalamnya. Dengan begitu perempuan bisa terhindar dari masalah. Apabila dirasa produk yang hendak dibeli mengkhawatirkan, cobalah untuk menukarnya dengan produk yang alami, tidak beracun, atau vegan.
(Martin Bagya Kertiyasa)