APAKAH Anda menyukai rasa asam pada makanan, seperti mangga muda di dalam rujak ataupun berbagai macam buah-buahan asam lainnya. Jika iya, Anda patut waspada nih.
Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports mengatakan, mencicipi zat asam lebih rentan terhadap pengambilan keputusan. Studi ini meneliti hubungan antara rasa dan perilaku pada 168 peserta di dua negara dengan menggunakan alat pengukuran terkomputerisasi yang disebut Balloon Analogue Risk-Task (BART).
Peserta harus mengklik tombol mouse untuk menggembungkan balon di layar. Mereka mengumpulkan hadiah uang tunai saat balon mengembang, tetapi jika itu meledak, mereka kehilangan segalanya. Artinya dengan setiap klik, mereka dapat memperoleh lebih banyak uang, tetapi mereka berisiko kehilangan uang mereka.
Baca Juga: Baru Tahu! 6 Hewan Ini Ternyata Hidup hingga Ratusan Tahun
Sebelum memulai tugasnya, para peserta diwajibkan meminum secangkir air yang mengandung satu dari lima rasa dasar yang berbeda (pahit, asin, asam, manis, dan umami/gurih) atau air biasa tanpa rasa yang ditambahkan.
Mereka juga mengisi kuesioner yang dirancang untuk mengukur ciri-ciri kepribadian seperti impulsif dan pengambilan risiko. Mereka pun memainkan game judi sebanyak dua kali. Para peneliti menemukan bahwa rasa asam dikaitkan dengan pengambilan risiko lebih besar, sementara rasa manis dan umami membuat peserta cenderung bermain aman.
Rasa asin dan pahit sepertinya tidak memiliki efek sama sekali pada perilaku. Peserta yang minum larutan asam memompa balon sekitar 40 persen lebih penuh daripada mereka yang minum larutan manis atau umami. Sementara kelompok manis ragu-ragu sebelum memilih apakah akan memompa balon atau uang tunai.
Baca Juga: Sering Lihat Dua Tombol Flush di Toilet? Ternyata Ini Kegunaannya
Guna memastikan bahwa hasilnya tidak terlalu dipengaruhi oleh persepsi budaya tentang rasa, dua uji coba yang sama dilakukan di Inggris dan di Vietnam. Beberapa konsumsi MSG tertinggi di dunia, berpotensi meniadakan fakta bahwa orang-orang di Inggris mungkin tidak terbiasa dengan rasa umami.
Dalam studi Vietnam, rasa asam dikaitkan dengan pengambilan risiko tertinggi, tetapi rasa manis dan umami juga tampaknya mendorong perilaku berisiko.
Dalam tes ketiga yang dilakukan di Inggris, peserta diberi penjelasan tentang titik rata-rata yang akan menyebabkan balon meledak. Merasa tidak yakin, mereka diberitahu bahwa biasanya balon meledak sekitar 64 pompa. Sekali lagi, kelompok asam mengambil lebih banyak risiko.
Hal ini membuktikan kebenaran para peserta bahwa mereka dapat membuat keputusan analitik atau pengambil keputusan yang lebih intuitif.
“Sebaliknya asam justru memiliki atribut unik untuk memodulasi pengambilan risiko dan dapat mendorong orang yang menghindari risiko untuk mengambil peluang baru dan berpotensi mengarah pada kehidupan yang lebih bahagia,” tulis peneliti dalam studi tersebut, sebagaimana dilansir dari Mental Floss.
Mereka pun menyarankan orang-orang dengan tingkat kecemasan tinggi atau orang yang ingin sekali mengambil risiko mungkin dapat mempertimbangkan untuk menambahkan lebih banyak zat asam ke dalam diet mereka.
(Martin Bagya Kertiyasa)