Selain itu, juga mulai digali legenda-legenda untuk membangkitkan nuansa. “Akhirnya ada empat spot foto di sini,” ujarnya. Empat spot foto tersebut adalah Hasto Hapsari dengan ide cerita tujuh bidadari dalam legenda Joko Tarub, yaitu bidadari Mejikuhibiniu.
Jika digabungkan, warna-warna tersebut menjadi satu warna yaitu putih. “Makanya, dalam spot foto kami ada delapan bidadari, satu adalah warna putih yang melambangkan diri kita,” ungkapnya.
Spotfoto berikutnya adalah Jembatan Goro-Goro sebagai lambang kegotongroyong an, kemudian menara sebagai sebuah awal cahaya dari keputusasaan sehingga bisa mengarahkan warga untuk bersatu dan terarah.
Kemudian spot foto Andum Tuntum sebagai simbol keuletan dan keterkaitan warga dan kebersamaan untuk saling berbagi mengurangi beban.
Untuk menuju lokasi ini, para wisatawan bisa mengambil arah dari Yogyakarta menuju Gunungkidul. Kemudian ambil arah objek wisata Sri Gethuk di Playen dan langsung menuju ke Panggang melewati Banyusoco.
(Muhammad Saifullah )