INDONESIA merupakan salah satu negara di Asia dengan jumlah perokok terbanyak, peringkat kedua setelah China. Melansir dari laman New York Times, Kamis (31/5/2018), 6 dari 10 orang di Indonesia adalah perokok.
Tanah air ternyata tidak hanya jadi negara yang memiliki jumlah perokok banyak, tapi juga termasuk salah satu negara yang mengekspor tembakau ke negara lainnya, yang kemudian dibuat rokok dengan merek terkenal, seperti Marlboro. Tembakau Indonesia memang telah lama dikenal sebagai yang terbaik di dunia. Maka, tidaklah heran jika tembakau bernama srintil banyak dicari dan dijual dengan harga tinggi.
Srintil adalah jenis tembakau dari Indonesia yang ditanam di Temanggung Jawa Tengah. Saking jadi primadonanya di kalangan pencinta tembakau dunia, harga satu kilogram Srintil menembus hingga Rp1 juta pada 2015 silam.
Baca juga: Janji Manis Pangeran William ke Putri Diana yang Tak Sempat Ditepati
Tidak hanya menjadi salah satu jenis tembakau yang termahal di dunia, Srintil pun memiliki kualitas terbaik karena ditanam di lereng Gunung Sumbing, yang tanahnya subur. Para petani yang menanam Srintil pun merawatnya dengan sepenuh hati, agar kualitas tembakau kebanggaan Indonesia ini dapat dipertahankan hingga ke tangan konsumen.
Awalnya, tembakau yang berasal dari Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo tersebut memang tidak memiliki kualitas seperti saat harganya mahal. Pada sekira 2011 hingga 2013 kualitas, Srintil masih kalah dengan tembakau jenis lainnya, baru pada tahun-tahun setelah itu Srintil menjadi primadona dan banyak yang mencarinya.