Dua Tahun Diresmikan, PLBN Motaain Jadi Objek Wisata Selfie

Utami Evi Riyani, Jurnalis
Rabu 30 Mei 2018 08:52 WIB
PLBN Motaain (Foto: MNC Media)
Share :

PADA 2016 silam, berdiri megah bangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. PLBN Motaain ini ternyata menjadi tujuan wisata baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Tak sedikit warga lokal sekitaran PLBN juga ikut mengabadikan lokasi tersebut sebagai objek berfoto.

Contohnya saja, Nicholas warga lokal di Atambua yang sengaja berkunjung ke PLBN hanya untuk berfoto-foto. Dia menilai, PLBN saat ini dibandingkan kondisi bangunan pos lintas jaman dulu sangatlah berbeda. "Saya warga Indonesia, ke sini (PLBN Motaain) hanya jalan-jalan saja, kondisi PLBN baru sangat bagus," katanya.

Ada lagi warga keturunan Tionghoa yang cukup lama berdomisili di Atambua, Yashinta. Dia bersama keluarganya berselfie di depan tugu bertuliskan Timor Leste. Yashinta juga berpendapat serupa dengan Nicholas, jika PLBN Motaain saat ini terbilang bagus. "Saya warga negara Indonesia, tinggalnya di Atambua. Saya ajak keluarga ke sini (PLBN Motaain) jalan-jalan saja," ucapnya.

Baca juga: Rahasia Dapatkan Makeup Flawless seperti Meghan Markle

Sementara, Suharyono yang merupakan pejabat di lingkungan Pegadaian wilayah kerja Denpasar, Bali, juga tak mau kalah berkunjung ke PLBN yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dua tahun lalu. Haryono biasa disapa, bercerita sejak 1990, PLBN Motaain tidak sebagus bangunan saat ini.

"Dulu tahun 90-an saya pernah kemari (PLBN Motaain). Biasa mancing di titik jembatan menuju Timor Leste. Waktu itu bangunannya tidak seindah sekarang ini. Saya ingin menyaksikan langsung yang notabenenya Indonesia-Timor Leste seperti apa sekarang. Ternyata jauh lebih bagus," ungkap dia sembari flasback ke masa lampau, Minggu (27/5/2018).

PLBN Terpadu Motaain, Silawan, Tasifeto Timur, Belu tersebut terhubungkan beberapa puluh kilo meter dari Pos Perbatasan Terpadu (Posto Fronteirico Integrado) Batugade, Bobonaro, Republik Demokratik Timor Leste. Di sana ada jembatan yang membedakan lintas batas Indonesia dan Timor Leste.

Baca juga: 10 Tempat Wisata Api Abadi, Setengahnya Ada di Indonesia Loh

Jika jembatan Indonesia berwarna merah putih, pada jembatan yang sama dengan melangkahkan kaki kita sudah ada jembatan berwarna merah dan hitam simbol bendera Timor Leste. Soal bangunan PLBNnya sendiri, bisa terlihat konsep atap yang mengusung dari rumah adat Belu yaitu Rumah Matabesi. Kemudian, ada ornamen Sun Shading di bagian pinggiran bangunannya. Scara keseluruhan, PLBN Motaain menggunakan cat warna putih dan abu-abu sehingga ketika dipandang terlihat lebih bersih dan elegan.

Di komplek pos lintas terdapat pos karantina yang sama seperti pos lintas yang ada di Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, antara lain pos kesehatan, perikanan, serta pertanian. Namun, ada yang membedakan untuk pemeriksaan kendaraan yang melintas bagi barang ekspor dan impor di sana.

Ada bangunan tersendiri yang berdiri berada di sisi kanan bangunan zona inti. Di sana, kendaraan bermuatan besar yang mengangkut barang untuk diekspor-impor diperiksa kelengkapan serta barang yang dibawa.

Secara detilnya, Kementerian PUPR melakukan pembangunan PLBN Motaain menggantikan pos lama di atas lahan seluas 8,8 hektar. Pembangunan dimulai sejak tahun 2015 dengan pendanaan sebesar Rp82 miliar.

Bangunan PLBN Motaain meliputi zona inti yang terdiri dari bangunan utama PLBN, gedung pemeriksaan kendaraan dan power house. Bangunan PLBN terdiri dari zona inti yang terdiri dari gedung utama PLBN, gedung pemeriksaan terpadu, pelataran pemeriksaan, bangunan klinik, car wash, jembatan timbang, gudang sita, bangunan kennel, bangunan utilitas, pos pemeriksaan imigrasi, gerbang tasbara, monumen Garuda, Pos Pamtas TNI, dan infrastruktur kawasan.

Baca juga: Gaun Pengantin KW Meghan Markle Disewakan dengan Harga Rp20,7 Juta, Tertarik?

Berbicara mengenai sarana pendukung atau tahap kedua pembangunan, Kasubid Pengembangan Kawasan PLBN Motaain, Reynold Uran mengatakan, pada Maret 2019 dipastikan tahap kedua pembangunan bakal rampung. Pembangunan tahap II ini dibutuhkan dana APBN senilai Rp228 miliar.

"Ampi theater, pasar tradisional, taman terbuka, ruang pentas, wisma, sudah 80 persen selesai. Kalau mengikuti target sesuai kontrak Maret 2019 (selesai)," ujarnya.


Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya