Ada berbagai alasan bagi warga Papua Nugini yang memilih berbelanja di Pasar Skouw. Selain harga yang relatif murah dibandingkan di Papua Nugini, jenis barang yang ditawarkan pun beragam. Mulai dari kebutuhan sandang hingga pangan mudah didapatkan di pasar ini, seperti buah-buahan, makanan dan minuman kemasan, snack, pakaian, bantal, karpet, hingga peralatan rumah tangga.
"Saya beli 22 slop rokok. Selalu beli di sini (Skouw). Karena harganya lebih murah dari di Papua Nugini. Saya juga mau beli beras dan minuman kaleng hari ini. Setiap hari saya belanja ke sini, lebih suka belanja di Indonesia," ujar seorang warga Papua Nugini dalam bahasa Inggris khas yang diterjemahkan oleh Kasubbid Pengembangan Kawasan PLBN, Frans Willem K. Imbiri.
Penduduk Papua Nugini dalam kesehariannya menggunakan beragam bahasa, termasuk bahasa Inggris campuran dengan bahasa setempat. Meski ada yang setiap hari datang untuk berbelanja di Pasar Skouw, ada pula yang datang hanya pada periode tertentu. Seperti Ruth, wanita yang datang dari daerah yang cukup jauh di Papua Nugini.
"Tidak setiap hari saya ke sini. Tiga bulan atau empat bulan sekali. Tempat saya agak jauh dari sini. Saya ke sini untuk membeli bahan-bahan laundry dan baju. Karena harganya murah, lebih bagus, dan hampir semua barang bisa ditemukan di sini," ujarnya dengan bahasa khas.
Pelayanan ekspor dan impor antara Indonesia dengan Papua Nugini diharapkan berkembang dengan adanya PLBN Skouw. Peningkatan pajak pun dirasakan di daerah ini. Berdasarkan data Bea Cukai PLBN Skouw, penerimaan pajak sepanjang tahun 2017 berjumlah Rp3,5 miliar. Sementara penerimaan pajak dari Januari-April 2018 telah bernilai Rp3,8 miliar.