Sebelum tiba di kepala mempelai perempuan, benang diikat di sudut-sudut tudung agar tidak terlihat oleh para tamu, kemudian saat sudah berada di atas kepala pengantin perempuan, benang pun dipotong, sehingga terkesan tudung jatuh tepat di atas kepala dan dramatis. Namun, ritual yang sejak tahun lalu hingga tahun ini jadi tren tidak langsung berjalan mulus, sebab ada fase trial and error.
“Pada awalnya ada kecelakaan seperti tudung terbang melewati pengantin perempuan, atau tudung tidak jatuh semua, hanya jatuh satu sisi saja. Tudung juga tidak selalu terbang dengan kecepatan yang pas,” beber Stark Zhang.
Baca juga: Dermawannya Pangeran Harry, Undang Anak Yatim Piatu yang Ditemuinya 14 Tahun Lalu
Akan tetapi, belajar dari kesalahan yang telah terjadi di masa lalu berkali-kali, Stark Zhang pun telah memperbaiki lebih lanjut, sehingga bisa memberikan momen yang dramatis, romantis, dan manis dalam setiap pesta pernikahan.
“Biasanya dimasukkan dalam paket upacara pernikahan dan tidak dikenakan biaya tambahan. Tapi jika ada pasangan yang hanya menginginkan bagian itu saja, mungkin biayanya sekira Rp 1.000 yuan (Rp2,2juta),” kata Qingcheng.
(Fakhri Rezy)