SELAMAT Hari Penyu Sedunia! Beberapa di antara Anda mungkin belum mengetahui, Kamis 24 Mei 2018 ini adalah peringatan Hari Penyu Sedunia. Peringatan tersebut dibuat untuk memberikan perhatian pada masyarakat dunia agar lebih sadar tentang kehidupan penyu dan kura-kura yang ada di dunia.
Pasalnya, hidup penyu di alam bebas saat ini mulai terancam karena salah satu faktornya ulah manusia. Sampah plastik yang banyak mengambang di lautan seringkali membuat reptil pemakan ubur-ubur ini tidak sengaja memakan plastik dan akhirnya mati karena plastik sulit dicerna.
Tidak cukup sampai di situ saja, nasib malang penyu di alam bebas juga nampak menyedihkan, terlihat dari foto-foto berikut ini, yang Okezone rangkum dari berbagai sumber.
Baca juga: Fakta Penyu yang Bikin Anda Tercengang, Nomor 10 Sangat Unik!
1. Makan plastik
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BjJNKiVjfKi/" data-instgrm-version="8" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:33.45% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BjJNKiVjfKi/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Plastic Ocean Project, Inc (@plasticoceanproject.inc)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-05-24T02:43:14+00:00">May 23, 2018 at 7:43pm PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script>
Penyu di habitatnya terkenal sebagai reptil yang memangsa ubur-ubur. Nampak sekilas ubur-ubur memang seperti plastik yang seakan melayang-layang di bawah air, sayangnya sampah plastik yang banyak terdapat di laut, sering membuat penyu memakannya karena terlihat mirip ubur-ubur.
2. Terjerat jaring
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BjJLC8VF1Bt/" data-instgrm-version="8" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:33.18181818181819% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BjJLC8VF1Bt/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by UM...STUFF FOR THE PLANET🌎♻️🌲🌊 (@peoplehelpingplanet)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-05-24T02:24:44+00:00">May 23, 2018 at 7:24pm PDT</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script>
Mengutip dari keterangan foto yang ditulis oleh akun Instagram @peoplehelpingplanet, penyu diramalkan akan punah atau menghilang dari alam bebas dalam waktu 50 tahun ke depan. Salah satu faktor kepunahan penyu adalah penangkapan yang dilakukan oleh manusia dengan menggunakan jaring seperti ini.
3. Ditunggangi wanita
Seorang wanita akhirnya ditangkap setelah kedapatan menganiaya penyu. Wanita tersebut bahkan menyebarkan foto-foto dirinya yang nampak menunggangi penyu ke akun media sosialnya, hingga viral dan membuat warganet geram. Jelas saja wanita itu ditangkap, karena di Florida, penyu-penyu sudah terancam punah, karena berbagai faktor, seperti penebangan ilegal dan pencemaran laut yang telah membuat jumlah penyu berkurang.
Baca juga: 5 Cara Handphone Merusak Kulit Diam-Diam, Yuk Disimak
4. Mati dalam perangkap kepiting
Foto kura-kura mati di perangkap kepiting menjadi viral, karena banyak warganet yang marah setelah melihatnya. Banyak pula warganet yang menyerukan agar tindakan ini dilaporkan pada pihak yang berwenang. Pasalnya, kuar-kura tidak hanya mati dalam perangkap saja, tapi lebih nahasnya lagi perangkap yang digunakan ukurannya sangat kecil.
5. Diburu untuk dimakan
Ada kepercayaan spiritual dan mitologi dari beberapa budaya yang dianut masyarakat tentang memakan telur dan daging penyu. Hal tersebut membuat masyarakat yang masih mempercayainya menyisir kawasan pesisir pada musim penyu bersarang, mengambil telur-telur penyu dan menangkap penyu di laut untuk dibunuh, kemudian dimakan telur dan dagingnya. Mereka juga bahkan memproduksi minyak penyu, kulit, dan cangkang penyu.