TERNATE - Wisatawan yang berkunjung di Ternate, Maluku Utara pada Ramadan ini menyatakan kekaguman atas berbagai kekhasan di Masjid Kesultanan Ternate, baik dari segi prosesi ibadah maupun konstruksi bangunannya.
"Tadi malam saya salat Isya dan salat tarawih di Masjid Kesultanan Ternate dan saya sangat terkesan dengan berbagai kekhasan di masjid itu,"kata salah seorang wisatawan asal Jakarta, Sugianto di Ternate, Sabtu.
Jamaah yang salat di Masjid Kesultanan Ternate, semuanya laki-laki dan harus mengenakan celana panjang dan penutup kepala, yang ketentuan seperti itu tidak ditemukan di masjid lainnya di Indonesia, termasuk di wilayah Ternate sendiri.
Di masjid yang telah berusia di atas 500 lebih tahun itu, menurut Sugianto, juga tidak ada jamaah perempuan dan saat tadarus Alquran usia salat tarawih, yang melakukannya hanya perangkat masjid, padahal di masjid lain melibatkan siapa pun yang berminat.
(Foto: Instagram rizkanfirman)
Kekhasan lain yang terlihat di Masjid Kesultana Ternate adalah adanya tempat khusus bagi Sultan Ternate ketika ikut salat berjamaah di masjid itu serta kontruksi atap bangunannya yang terdiri tujuh tingkat membentuk kerucut sebagai simbol atas adanya tujuh lapis langit.