Ini Penyebab yang Bikin Indonesia Jadi Negara Terbesar Kedua Pembuang Makanan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Rabu 16 Mei 2018 21:13 WIB
Ilustrasi (Foto: Community Table)
Share :

“Menurut data dari FAO, sekira 1,3 triliun ton makanan hilang setiap tahunnya di seluruh dunia. Dengan rincian, tingkat kehilangan saat produksi 10 persen, kehilangan saat tahap pengolahan paska panen dan distribusi sebanyak 7 persen. Kehilangan selama pengolahan sebesar 1 persen, kehilangan saat pemasaran 6 persen dan kehilangan pada tahap konsumsi mencapai 9 persen,” tegas Arief, saat ditemui Okezone, Rabu (16/5/2018).

Arief menilai FL banyak terjadi di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sementara FW sebagian besar terjadi di negara maju. Lalu apakah yang terjadi dalam kasusnya di Indonesia? Arief mengungkapkan beberapa fakta yang menyebabkan makanan terbuang sia-sia di Indonesia.

“Beberapa hal membuat makanan terbuang percuma di Indonesia. Kurangnya pengetahuan yang baik saat memanen bahan pokok membuatnya rusak sebelum diolah. Pendistribusian yang kurang baik, kurang sukanya masyarakat pada makanan olahan yang tidak fresh, serta pengelolaan tingkat lanjut rendah,” tandasnya.

Selain mengemukakan tentang beberapa penyebabnya, Arief menegaskan dengan pemberian pengetahuan yang baik kepada masyarakat mengenai budaya makan bijak, bisa menekan jumlah FW dan FL di Indonesia. Pemerintah juga bisa berperan aktif, dengan memberikan sanksi tegas bagi masyarakat yang memiliki kebiasaan buruk menyisakan makanan.

(Dinno Baskoro)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya