Secara khusus, tim MKK terus memantau kesiapan aksesibilitas, amenitas, dan atraksi di Surabaya dan Jawa Timur secara umum, berjalan normal.
Baca juga: Gagal Fokus! Keseksian Pria Ini Tutupi Keberhasilannya Menangkap Hiu Martil
Sebagaimana diberitakan, insiden pengeboman terjadi pada Minggu 13 Mei 2018 sekira pukul 06.00 hingga 08.00 WIB saat para jemaat mulai berdatangan untuk beribadah. Setidaknya ada 13 orang meninggal dunia dan 43 orang dikabarkan mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Pelaku bom bunuh diri diketahui berasal dari satu keluarga yakni pasangan suami istri Dita Upriyanto dan Puji Kuswati yang mengebom dua gereja berbeda. Pasutri itu turut menyertakan keempat anaknya, yakni FS (12 tahun) dan VR (9 tahun) yang mengebom GKI Diponegoro, serta Yusuf Fadil (18 tahun) dan FH (16 tahun) yang meledakkan diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya.
(Helmi Ade Saputra)