Kasus ebola sempat mengguncang dunia setelah menyerang kawasan Afrika Barat pada tahun 2014 lalu. Secara umum, ebola merupakan virus dari filoviridae yang menyebabkan kekacauan terhadap kemampuan tubuh untuk mengentalkan dan menebalkan darah. Virus ini pertama kali muncul pada tahun 1976, kemudian menyebar hingga ke kawasan Zaire (sekarang negara Demokratik Kongo), lalu muncul lagi beberapa tahun lalu.
Penularan virus ebola diketahui melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, dan jaringan yang terinfeksi. Virus tersebut ternyata juga dapat menyerang hewan liar yang terinfeksi atau mati. Beberapa jenis hewan yang bisa tertular antara lain, simpanse, gorilla, monyet, antelop hutan, dan kelelawar buah. Perlu dicatat bahwa penyaki ini berpotensi menyebar dan memiliki angka kematian tinggi hingga mencapai 90%, dan belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut.
Baca juga: Terjun ke Bisnis Kuliner, Dwayne Johnson 'The Rock' Luncurkan Perusahaan Tequila
Skizofrenia
Mengutip beberapa sumber, skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang menyebabkan penderitanya mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, hingga terjadi perubahan perilaku. Kondisi ini bisa berlangsung lama dan sering dikatikan sebagai penyakit gangguan mental. Skizofrenia bisa menyerang siapa saja baik laki-laki maupun perempuan di usia yang produktif yaitu, 15-35 tahun. Dalam perkembangannya, para ahli belum mengetahui secara pasti penyebab munculnya skizofrenia, dan diklaim belum dapat disembuhkan. Namun ada yang menduga bahwa penyakit ini dipicu faktor psikologis, genetik, dan lingkungan.
(Dinno Baskoro)