Bisakah Perempuan dengan Penyakit Lupus Hamil? Begini Penjelasan Dokter

Tiara Putri, Jurnalis
Selasa 08 Mei 2018 18:29 WIB
Ilustrasi (Foto: Womensweb)
Share :

PENYAKIT Lupus Eritematosus Sistemik merupakan penyakit yang lebih banyak menyerang perempuan, terutama pada usia produktif. Kondisi ini dapat membuat perempuan mengalami kesulitan untuk hamil. Tapi bukan berarti tidak bisa.

Seperti yang diketahui, lupus adalah penyakit autoimun dimana sistem imunitas atau kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan benda asing dengan sel dan jaringan tubuh sendiri. Akibatnya sistem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat. Hingga saat ini, penyebab pasti penyakit lupus belum diketahui. Namun bisa karena faktor genetik, lingkungan, hormonal , dan neuroendocrine system.

Pada orang dengan lupus (ODAPUS), dapat terjadi antiphospholipid syndrome (APS) yang mengakibatkan pembekuan atau penggumpalan darah cenderung terjadi lebih mudah. Darah yang menggumpal itu tentu bisa membawa dampak negatif. Terlebih terjadinya bisa di semua bagian tubuh.

“Pada ibu hamil bisa terjadi penggumpalan darah di plasenta, terjadi penyumbatan di pembuluh darah sehingga pemberian makan dari ibu ke anak menjadi terganggu. Kondisi inilah yang menyebabkan keguguran,” terang dokter spesialis penyakit dalam, dr. Sumariyono, SpPD-KR saat ditemui dalam media briefing ‘Periksa Lupus Sendiri (SALURI) – Memahami Program Deteksi Dini Penyakit Lupus Eritematosus Sistemik (LES)’ Selasa (8/5/2018), di Gedung D Direktorat Jenderal P2PTM Kementerian Kesehatan, Johar Baru, Jakarta Timur.

“Namun bukan berarti tidak bisa hamil, orang lupus tidak masalah saat hamil. Ada strategi atau cara untuk mereka hamil secara aman,” tambah dr Sumariyono.

Baca Juga: 10 Selebritis Dunia Penyuka Sepatu Sneakers 'Murahan'

Dijelaskan olehnya, sebelum merencanakan kehamilan perempuan ODAPUS wajib mengikuti pemeriksaan APS. Bila dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan, maka dirinya bisa melanjutkan program hamil. Tetapi bila hasil pemeriksaan APS positif, harus dilakukan perawatan untuk menghilangkannya.

Perawatan biasanya menggunakan obat-obatan khusus. Enam bulan setelah penyakit lupus bisa dikendalikan, maka terbilang relatif aman untuk hamil. Namun perempuan tersebut tetap harus melakukan kontrol secara taat dan mengonsumsi obat yang mengendalikan penyakitnya. Mungkin hal ini membuat perempuan merasa khawatir karena pada saat hamil mereka sebenarnya tidak diizinkan untuk mengonsumsi obat-obatan.

“Perempuan yang memiliki lupus aktif pada saat hamil kemungkinan keburukan menjadi lebih besar. Maka harus diobati dengan obat untuk ibu tapi tentu tidak membahayakan janin. Caranya harus ada diskusi yang intens anatara obgyn dengan dokter penyakit dalam,” imbuh dr Sumariyono.

Baca Juga: Sepatu 'Gembel' Agnez Mo hingga Komentar Netizen yang Menohok

Sementara itu, saat perempuan ODAPUS hamil memang ada dampak yang harus diperhatikan yaitu peluang terjadinya preklamsia dan keguguran menjadi lebih besar. Akan tetapi, ada kemungkinan bayi yang dikandung akan tetap sehat dan malah tidak terkena penyakit lupus bawaan.

“Enggak selalu (terkena penyakit lupus bawaan). Ada kemungkinan (bayi) tetap sehat, malah sebagian besar justru sehat,” pungkas dr Sumariyono.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya