Sedangkan menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional 2005, belanja bulanan rumah tangga perokok menempatkan belanja tembakau di urutan kedua (10,4 persen dari pendapatan keluarga) setelah padi-padian (11,3 persen dari pendapatan keluarga).
Pembelanjaan untuk tembakau setara dengan lima kali belanja daging, telur, susu; tiga kali biaya pendidikan; dan empat kali untuk keperluan kesehatan.
(Risna Nur Rahayu)