Tidur Sedang Lelap-lelapnya tapi Mudah Terbangun, Apa Ya Penyebabnya?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis
Jum'at 04 Mei 2018 14:55 WIB
Share :

JAKARTA - Bagi sebagian orang, suara keras mungkin akan mengganggu tidurnya. Namun sebagian lainnya, mungkin akan mudah terbangun jika mendengar suara yang pelan, seperti ketika lampu kamar menyala atau tersenggol sedikit. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Tidur sebentar dan tidur nyenyak bisa terjadi bersamaan

Selama tidur, Anda mengalami siklus rapid eye movement (REM) dan non-rapid eye movement (NREM) secara bergantian dan berulang setiap 90 menit. Anda menghabiskan sekitar 75 persen malam dalam tidur NREM, yang terdiri dari empat tahap tidur.

Baca Juga: Bully Berakhir Maut, Ini 3 Peristiwa Balas Dendam Korban Bullying

Tahap pertama atau fase antara terjaga dan tertidur, yang dianggap tidur sebentar karena mudah terbangun. Tidur yang lebih dalam dimulai pada tahap kedua, ketika pernapasan dan detak jantung Anda menjadi teratur dan suhu tubuh Anda turun.

Tahapan ketiga dan keempat adalah tahap tidur yang paling dalam, di mana pernapasan melambat, otot menjadi rileks, serta pertumbuhan dan perbaikan jaringan terjadi.

Setelah melewati tahapan siklus NREM, maka selanjutnya Anda akan memasuki siklus REM. Siklus ini terjadi ketika mata Anda bergerak cepat dari kiri ke kanan dan sebaliknya. Pada siklus inilah Anda mengalami mimpi, aktivitas gelombang di otak meningkat, denyut jantung dan tekanan darah kian bertambah mendekati keadaan saat terbangun.

Secara umum, orang dewasa memang mengalami lebih banyak tahap NREM yang membuatnya tidur sebentar dan tidak begitu nyenyak. Sementara saat tidur anak-anak cenderung lebih banyak mengalami REM, sehingga mudah terlelap dalam tidurnya.

 

Namun, para ahli mengatakan perbedaan antara tidur sebentar dan nyenyak mungkin sebagian besar bersifat subjektif. Seseorang yang tidur delapan jam semalam bisa saja tidurnya tidak lebih nyenyak ketimbang orang yang tidur enam jam.

 

Lantas, apa yang menyebabkan seseorang mudah terbangun?

Mudah terbangun saat mendengar suara pelan ini disebut dengan tidur sebentar atau light sleep. Keadaan tidur seperti ini hanya terjadi pada sebagian orang, karena setiap orang memberikan reaksi yang berbeda terhadap suara dan rangsangan lain saat tidur.

Meski tidak semua orang yang mudah terbangun disebabkan oleh penyebab yang sama, tapi beberapa ahli menyatakan bahwa hal ini mungkin dipengaruhi oleh faktor genetik, gaya hidup, dan gangguan tidur. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dalam aktivitas gelombang otak selama tidur juga dapat membuat seseorang menjadi tidur sebentar atau tidur nyenyak.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya