Jatuh Hati pada Senja di Pantai Lapasi

Annisa Aprilia, Jurnalis
Jum'at 04 Mei 2018 11:31 WIB
Pantai Lapasi (Annisa Aprilia/Okezone)
Share :

NYIUR melambai-lambai bak menyambut kedatangan kami ketika kali pertama menginjakkan kaki di Pantai Lapasi. Sementara, suara ramai pembicaraan yang entah apa, terdengar dari kejauhan, menyamarkan desir ombak yang terpecah sampai di pantai.

Berjalan sedikit mendekati tepi pantai, asap mengepul dan wangi jagung dibakar tercium, menggiurkan. Ah, sedap!

 Baca juga: Bully Berakhir Maut, Ini 3 Peristiwa Balas Dendam Korban Bullying

Anak-anak tertawa riang, cekikikan, hingga berlarian ke sana ke mari mengenakan pakaian mencolok, dan riasan wajah. Ada apa gerangan?

"Kepada anak-anak yang akan memberikan penampilan tarian tradisional, diharapkan untuk berkumpul, dan para pengunjung diajak untuk menyaksikan tarian di area lingkaran yang sudah dipersiapkan," perintah seorang laki-laki, yang ternyata pemandu acara di sore itu.

Hati pun tergerak hingga langkah kaki tanpa disadari membawa raga mendekat pada area yang disebutkan tadi. Tidak berapa lama musik tradisional dinyalakan dan suara laki-laki tadi kembali terdengar, meminta para penari untuk tampil di tengah-tengah riuh pengunjung Pantai Lapasi, yang ingin melihat tari di bawah sinar mentari senja.

 Baca juga: Menembus Hutan Menemukan Deburan Air Terjun Coban Pelangi, Oh Nikmatnya...

Ya, acara ini merupakan satu rangkaian dari Festival Teluk Jailolo 2018, yang diselenggarakan mulai 30 April 2018 hingga 5 Mei 2018. Acara tari di Pantai Lapasi tersebut diberi nama Dancing in the Sunset, sesuai dengan kegiatan tarian yang dilakukan kala mentari perlahan berganti jadi malam.

Antusiasme pengunjung dan warga lokal sungguh terasa, hingga petugas keamanan berkali-kali mengingatkan untuk sedikit bergerak mundur, agar area lingkaran tidak menyempit. Ada sekira lima jenis tarian tradisional Jailolo yang dibawakan oleh anak-anak setingkat SD dan SMP.

Penonton bertepuk tangan, berteriak, dan semakin ramai sambutannya, karena acara ini pun juga dihadiri oleh Bupati Halmahera Barat, yaitu Danny Missy, Slank Band, dan penampilan aksi tabuh gendang tradisional dari Korea Selatan.

Tanpa terasa hari semakin gelap. Sinar mentari yang semula keemasan dan hangat, mengubah suasana menjadi lebih teduh dan syahdu. Menarik kaki pengunjung untuk singgah sejenak, duduk di tepi pantai tanpa alas, menyaksikan sang mentari menghilang di ujung samudra.

 Baca juga: 5 Makanan Ini Buat Rambut Anda Sehat dan Berkilau

Detik-detik yang sungguh berharga dan tidak dapat terulang. Desiran air laut yang meraih pantai terdengar begitu damai mengalun di telinga.

Mata yang dimanjakan dengan paduan warna langit senja, menolak untuk berkedip, seakan takut kehilangan sedetik dari waktu yang terus bergulir menghilangkan mentari. Riuh suara pengunjung perlahan menghilang. Sepi. Menyisakan bisikan angin dan suara ombak lembut menggelitik telinga, hati pun merasa damai.

Ingin rasanya mengambil sepotong langit senja dari Pantai Lapasi, di Desa Akelamo, Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, namun apa daya? Nyatanya hati harus menerima kenyataan, tidak semua keindahan bisa digenggam dan dimiliki, tapi hanya bisa dilihat, dinikmati, dan dikenang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya