MEDIA di Inggris Raya dalam dua pekan terakhir menjadi sorotan. Pertama sorotan soal kelahiran Louis Arthur Charles, anak ketiga dari pasangan Pangeran William dan Kate Middleton, serta rencana pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle. Namun, ada satu lagi anggota keluarga Kerajaan Inggris yang mencuri tajuk pemberitaan di media-media Inggris, namanya Gabriella Windsor.
Sorotan tertuju pada perempuan bernama lengkap Lady Gabriella Marina Alexandra Ophelia Windsor karena artikel pada majalah Vanity Fair yang memuat kesaksian mantan kekasihnya, Aatish Taseer. Pria berusia 38 tahun itu mengaku, sudah menggunakan narkoba di lingkungan Istana Kerajaan Inggris bersama Ella, sapaan akrab Gabriella, pada dekade 2000.
Melansir dari Daily Mail, Kamis (3/5/2018), Taseer mengklaim pernah berenang dalam keadaan telanjang bersama dengan Gabriella di kolam renang indoor Istana Buckhingham, London. Pria keturunan India itu juga mengaku pernah memakai narkoba jenis ekstasi di Kastil Windsor bersama Ella.
Pihak keluarga dari Lady Gabriella Windsor langsung membantah pernyataan Taseer. Namun, kontroversi tidak berhenti sampai di sana. Dinukil dari Harpers Bazaar, keluarga Prince and Princess of Kent, gelar yang disandang keluarga Lady Gabriella, dua kali tersangkut dugaan rasisme.