Ternyata Inilah Alasan Biaya Berlibur ke Bhutan Mahal

Tiara Putri, Jurnalis
Selasa 01 Mei 2018 18:47 WIB
Wisata di Bhutan (Foto: Forbes)
Share :

SETIAP destinasi wisata favorit pasti memiliki keunikan tersendiri yang mampu menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung. Salah satunya adalah Bhutan, sebuah negara di Asia Selatan yang berdekatan dengan Nepal. Beberapa waktu terakhir mulai banyak wisatawan termasuk para artis yang berlibur ke sana.

Alasannya mungkin karena Bhutan dijuluki sebagai tempat paling bahagia di dunia. Ya, pemerintah setempat memang mengedepankan kebahagiaan nasional bruto dibanding produk domestik bruto. Mungkin terdengar konyol, namun nyatanya gagasan itu mampu menarik wisatawan.

Akan tetapi, meskipun dijuluki negara paling bahagia bukan berarti setiap orang bebas berkunjung ke sana. Melansir Forbes, Selasa (1/5/2018), proses aplikasi visa untuk ke sana terbilang rumit. Ada sejumlah persyaratan yang harus ditaati oleh wisatawan seperti mengikuti tur perjalanan dan mengurus perizinan lain. Bukan karena apa-apa, peraturan itu dibuat karena pemerintah ingin mempertahankan beragam budaya dan tradisi kuno.

(Foto: An Abel)

 (Baca Juga: Tempat-Tempat Aneh yang Berhasil Ditangkap Kamera Google Street View)

Terbukti walaupun terjadi modernisasi dan demokratisasi, Bhutan selalu memberikan keindahan ketika dikunjungi. Entah itu karena kemandirian, budaya, gunung, atau hutannya yang murni. Selain itu, wisatawan juga dapat melihat pemandangan alam yang menakjubkan, berbagai bendera yang berkibar karena tertiup angin, kuil-kuil Buddha, kuil-kuil stupa, benteng-benteng megah yang disebut zhongs, dan masih banyak lagi.

Untuk menikmati semua keindahan itu, setiap wisatawan perlu mengeluarkan biaya kurang lebih $ 200-250 atau setara dengan Rp2,7-3,4 juta setiap harinya. Bagi beberapa orang biaya itu memang terhitung mahal, terlebih mereka harus memesan perjalanan melalui operator tur yang berlisensi dan sudah ditentukan pemerintah Bhutan.

(Foto: An Abel)

  (Baca Juga: 5 Parfum Ini Miliki Wangi Aneh, dari Aroma Lobster hingga Rumah Duka)

Tapi jangan khawatir, biaya itu sudah mampu mengakomodir semua kebutuhan wisatawan saat berlibur seperti pemandu lokal, makanan, pengemudi, dan akomodasi di hotel. Selain itu ada pula biaya yang sengaja dipisahkan untuk dana pendidikan, perawatan kesehatan, dan infrastruktur untuk penduduk Bhutan. Maka tak heran bila pemerintah memiliki prinsip pariwisata "bernilai tinggi, berdampak rendah". Arti dari prinsip itu memberikan pengalaman eksklusif bagi wisatawan namun tidak merugikan penduduk setempat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya