Kerajinan Kriya Khas Purwakarta Bisa Tembus ke Pasar Dunia

Mulyana, Jurnalis
Rabu 25 April 2018 22:30 WIB
Keramik Purwakarta (Foto: Mulyana/Okezone)
Share :

KEBERADAAN tanah liat yang melimpah ruah di wilayah bagian barat Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, ternyata membuahkan keuntungan tersendiri bagi masyarakat di sekitar. Sebut saja, masyarakat yang bermukim di Kecamatan Plered.

Terbukti, sampai saat ini hasil alam tersebut banyak dimanfaatkan oleh warga di kecamatan itu menjadi bahan dasar sejumlah kerajinan kriya yang bernilai ekonomis. Sebut saja di antaranya, keramik, tembikar, genteng dan pot bunga.

Sampai saat ini, para pengrajin kriya di kecamatan tersebut terus menunjukkan prestasi. Bahkan, tak tanggung-tanggung kerajinan keramik hasil home industri masyarakat sekitar itu bisa tembus pasar ekspor ke Asia, Eropa, Amerika dan Afrika.

 (Baca Juga: Bikin Baper, 5 Seleb Cantik Ini Menikah dengan Penggemarnya!)

Berdasarkan catatan pemkab setempat, dalam kurun waktu empat tahun terakhir ekspor kerajinan kriya asal Kecamatan Plered mengalami peningkatan. Pada 2014 lalu misalnya, keramik Plered yang dikirim ke luar negeri mencapai 75 kontainer. Lalu, pada 2015 jumlahnya naik mencapai 80 kontainer.

Kemudian, pada 2016 kemarin, ekspor keramik kembali mengalami kenaikan yakni mencapai 112 kontainer. Sedangkan, sampai akhir 2017 kemarin, ekspor produk kriya ini menembus 120 kontainer.

Kepala UPTD Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Keramik Kecamatan Plered, Bambang Mega Wahyu mengatakan, dari tahun ke tahun permintaan ekspor ini sangat tinggi. Bahkan, di 2017 lalu, para pengrajin keramik di wilayah tersebut tak bisa 100 persen memenuhi permintaan pasar ekspor.

  (Baca Juga: Bikin Baper, 5 Seleb Cantik Ini Menikah dengan Penggemarnya!)

"Permintaan pasar ekspor cukup tinggi," ujar Bambang, belum lama ini.

 

Dia menjelaskan, setiap tahunnya keramik yang di ekspor ke berbagai negara ini minimalnya mencapai 100 ribu picis. Adapun keramik yang banyak diminati oleh warga dari berbagai benua tersebut, di antaranya jenis gerabah, pot bunga, serta keramik hias.

"Sebenarnya, ekspor 100 ribu picis keramik ini masih kurang. Karena permintaan pasar ekspor sangat tinggi," kata dia.

Kendalanya, lanjut Bambang, salah satunya karena terbatasnya jumlah pengrajin. Saat ini, di wilayah tersebut hanya ada sekira 221 orang. Dari dulu jumlah pengrajin ini tidak pernah bertambah, karena minat generasi muda untuk menjadi perajin keramik sangat minim.

Untuk itu, pihaknya berharap ada sinergi antara pengrajin dengan Dinas Pendidikan setempat. Supaya, para pelajar bisa didorong untuk menekuni kerajinan kriya warisan nenek moyang itu.

Dalam hal ini, Litbang Keramik Plered siap jika hendak dijadikan laboratorium bagi pelajar untuk mengenal berbagai motif keramik dan cara membuatnya.

"Kami sangat terbuka. Jika ada pelajar yang ingin belajar membuat keramik atau motifnya, kami siap membantu," tambah dia.

 

Terkait target ekspor di 2018, pihaknya mengaku tidak muluk-muluk. Pihaknya hanya berharap keramik yang diekspor kali ini bisa lebih dari 120 kontainer. Memang, untuk merealisasikam hal itu harus dilihat dulu dari jumlah produksi yang dihasilkan pengrajinnya.

Sementara itu, sebagai gambaran, di kalangan masyarakat menengah ke bawah di luar Purwakarta, kualitas kerajinan kriya asal Plered ini memang sudah sangat terkenal. Karena dianggap memiliki kualitas super dibanding dari daerah lain.

Hal tersebut, karena jenis tanah liat yang digunakan sebagai bahan dasar kriya ini, memiliki keunggulan tersendiri dibanding tanah liat di daerah lain. Dengan kata lain, bahan baku yang digunakan, merupakan tanah liat khusus yang hanya ada di daerah tersebut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya