"Saya dibesarkan di rumah yang budayanya masih sangat tradisional. Sebelum melakukan poliandri, saya punya pacar dan monogami pada awalnya. Untuk melakukan poliandri tidak pernah ada di benak saya kala itu," cerita Mary.
Sampai pada akhirnya Mary menemukan konsep cinta yang baru dan dia meyakini itu adalah kebenaran. Kejadian itu terjadi setelah Mary menikah dengan suami pertamanya. "Saya tidak pernah cukup mencintai suami saya. Lalu saya bertemu dengan seseorang yang memiliki pasangan lebih dari satu. Saya pelajarai hubungan dia dan pasangannya dan saya tertarik untuk mencobanya," sambung guru sekaligus terapis tersebut.
Mulai dari ketertarikan itu lah sampai akhirnya Mary menjajal menjalani hubungan percintaan poliandri. Sebelum mencari pasangan lain, Mary ternyata selalu izin terlebih dulu pada pasangan pertamanya. Terus sampai pasangan keduanya untuk menemukan kekasih nomor tiga. Sampai akhirnya sekarang ini, bersuami, bertunangan, sekaligus memiliki dua pacar lagi.
"Saya sadar bahwa saya memiliki kapasitas besar dalam urusan cinta. Saya ingin membagikan kasih sayang saya ini kepada banyak orang dan menurut saya itu benar dan menyenangkan," tambah Mary.
(Renny Sundayani)