Lebih lanjut Edward menjelaskan bila ia sengaja memilih petunjuk "Ini adalah masalah cinta" karena memang itulah yang dirasakannya. Sementara itu Rachael menjelaskan bila dirinya berhasil memecahkan semua petunjuk tanpa masalah. "Sejujurnya saya mendapat beberapa jawaban untuk petunjuk tersebut dan mencoba melakukan garis pemisah untuk dipecahkan di kepala saya. Ketika berpikir mengenai 'Will you marry me' jantung saya berdebar karena berpikir apakah itu pertanyaan untuk saya," terangnya.
Rachael tidak ingin bertanya lebih lanjut kepada Edward mengenai petunjuk tersebut. Ia membiarkan kekasihnya untuk melakukan aktivitas yang diinginkannya. Namun petunjuk itu terus mengganggunya dan akhirnya perempuan berusia 28 tahun itu pun menuliskan jawabannya.
Setelah mendapatkan jawaban "ya" dari Rachael, Edward langsung memasangkan cincin yang telah dipersiapkan sebelumnya ke jari tangan kekasihnya. Sehabis lamaran tidak biasa itu, keduanya berencana untuk melangsungkan pernikahan pada Agustus 2019.
"Saya membuat TTS bersama ayah saya. Saya pikir ayah saya akan merasa cukup terkejut karena rencana itu berhasil. Ini jelas merupakan cara sempurna untuk melamar Rachael karena itu bermakna, informal, dan intim serta dilakukan dengan sangat baik dan sangat meyakinkan," pungkas Edward.
(Renny Sundayani)