Setelah Anda mengetahui semuanya, hindari hal-hal pemicu tersebut, terutama aktivitas yang tidak bermanfaat sama sekali untuk kehidupan Anda. Misalnya, jika Anda lebih sering membandingkan diri Anda dengan orang lain melalui sosial media, batasi waktu Anda menggunakan media sosial. Anda bisa menggunakan media sosial hanya untuk berkomunikasi dengan teman atau kerabat. Ganti kegiatan mengintip sosial media dengan kegiatan yang lebih bermanfaat untuk hidup Anda, seperti olahraga.
2. Jangan hanya melihat “sisi luar” seseorang
Apa yang Anda lihat dari orang lain hanyalah lapisan terluarnya saja. Hal ini tentu tidak bisa menjadi perbandingan yang adil dengan kondisi Anda, karena apa yang mereka tampakkan di luar belum tentu seperti apa yang terjadi sesungguhnya. Anda tidak bisa menggunakan penampilan luar mereka untuk menilai realitas kehidupan mereka. Terlebih lagi jika Anda hanya melihat kehidupan luar orang yang Anda bandingkan melalui sosial media. Semua orang tentu akan lebih sering membagikan kehidupan yang bahagia atau enak untuk dilihat. Jadi, ingatkan diri Anda bahwa Anda sebenarnya tidak pernah tahu apa yang terjadi di balik kehidupan orang lain yang Anda bandingkan.
3. “Uang tidak membeli kebahagiaan”
Kadang Anda suka membandingkan kekayaan atau sesuatu yang dimiliki orang lain dengan Anda. Padahal belum tentu kekayaan yang dimiliki orang itu benar-benar membuat ia bahagia.
Bersyukurlah untuk setiap kebaikan dalam hidup Anda, juga semua kekurangan yang membuat Anda selalu merasa tidak cukup. Ketahuilah bahwa setiap asam garam kehidupan akan membuahkan hasil yang manis jika Anda tidak menyerah. Jika Anda berkomitmen untuk sangat bersyukur atas apa yang baik dalam hidup Anda, dan mengingatkan diri Anda tentang hal itu setiap hari, Anda akan jauh dari sifat iri atau membandingkan diri dengan orang lain. Jika seseorang atau sesuatu memicu perasaan negatif, hentikan dan ingatkan diri Anda tentang apa yang sudah Anda miliki saat ini dalam hidup Anda.