Satu-satunya kekhawatiran dari operator kapal pesiar yang akan berlabuh di Kuala Tanjung, yakni adanya pungutan liar dan tindakan ekonomi biaya tinggi lainnya di pelabuhan tersebut. Untuk itu, Arie mengaku pihaknya sudah melakukan antisipasi agar para wisawatan bisa nyaman.
Manajemen PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1, optimistis jika Pelabuhan Kuala Tanjung yang berlokasi di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, dapat beroperasi pada kuartal II-2018. Saat ini, progress pembangunan pelabuhan tersebut sudah mencapai 96,33%.
Direktur Utama Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana mengatakan, target operasional di kuartal II-2018 itu sudah sesuai dengan target yang dicanangkan Perseroan.
"Saat ini progres pembangunan fisik tahap I, yakni terminal multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung telah mencapai 96,33%," ujar Bambang.
Berbagai pekerjaan konstruksi dasar seperti: dermaga 500x600 m selesai, Trestle panjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch, serta lapangan penumpukan di darat yang dilengkapi dengan fasilitas terminal, sebagian besar telah selesai pengerjaannya.