ANAK-ANAK zaman sekarang sepertinya hanya punya satu mainan. Ya, bila gadget sudah dalam genggaman itulah kebahagiaan mereka.
Padahal menurut Kak Seto, bermain yang benar adalah bermain yang melibatkan gerakan anggota badan, fisik bergerak, terjadi interaksi, kerja sama, anak-anak berekspresi riang gembira, dan otak bekerja menyusun strategi serta mencari solusi.
"Mainan tradisional sangat bagus untuk anak-anak. Mereka sehat, emosi terlampiaskan, dan otak bekerja. Itulah kebahagiaan yang sejati bagi anak-anak," ungkap Kak Seto saat ditemui Okezone belum lama ini di Jakarta.
BACA JUGA:
Membahas soal mainan anak sudah saatnya anak-anak diajak bermain mainan tradisional. Nah, sebelum memulai, inilah panduan bermain mainan tradisional dikutip dari buku berjudul 'Main Mainan Kita', terbitan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).
Main Engklek
Aturan :
Terdiri dari 2-5 orang. Siapkan kapur, lalu gambar 9 kotak di jalan. Beri nomor 1-9. Lalu siapkan batu tipis untuk gacuk.
Cara mainnya :
Berdiri di garis start. Dari situ lempar gacuk ke kotak 1. Lompati semua kotak dengan satu kaki saja, lalu balik lagi ke kotak garis start. Tapi kamu tidak boleh menginjak kotak yang ada gacuknya ya. Kamu harus lompat bolak-balik sampai gacukmu di kotak 9.
Kotak 9, gacukmu cuma bisa diambil sambil jongkok dan tutup mata. Sambil pegang gacuk, lompatlah balik ke garis start. Lalu hadap belakang dan lemparlah gacuk ke belakang. Kotak di mana gacukmu jatuh, jadi kotakmu. Pemain lain tidak boleh injak selama permainan. Terakhir, waktu main jangan sampai kaki atau gacukmu kena garis ya, gantian temanmu yang main.
Manfaat :
Mengajarkan taat aturan dan saling menghargai.
Lompat karet
Aturan :
Ajak teman-teman, setidaknya 8 orang, lalu bagi menjadi dua kelompok. Sediakakan karet yang sudah dijalin.
Cara bermainnya :
Main karet itu terdiri dari 9 tingkat, yaitu lutut, paha, pinggang, dada, telinga, kepala, jengkal kepala, dan terakhir merdeka (tangan lurus ke atas). Lalu, dua orang tim jaga memegang karet. Tim main dengan melompat dari sisi satu ke sisi lain. Kamudian, tim main dapat 1 poin kalau semua pemain bisa melewati semua tingkat. Terakhir kalau salah satu tim gagal lompat, maka tim bermain gantian jadi tim jaga.
Manfaat :
Mengajarkan dewasa dan menyehatkan fisik.