Menyaksikan Indahnya Bunga Sakura di Gunung Alishan Taiwan

Koran SINDO, Jurnalis
Jum'at 16 Maret 2018 11:40 WIB
Foto: Koran Sindo
Share :

KORAN SINDO sempat mampir ke beberapa tempat wisata di Gunung Alishan sebelum akhirnya menikmati bunga sakura. Chukao Visitor Center menjadi tempat pertama, tempat ini memang khusus untuk wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam area rekreasi hutan nasional Alishan. Wisatawan disuguhkan cerita kekayaan alam mulai berbagai jenis bunga sakura, burung khas gunung Alishan, dan suku asli pedalaman Taiwan bagian selatan ini yakni suku Tsao melalui tontonan berformat 3 dimensi (3D). Chukao Visitor Center juga menam pilkan replika rumah adat, juga kebudayaan dan patung dari warga suku Tsao. Jika penasaran dengan suku Tsou, wisatawan dapat berkunjung ke Yuyupas.

Sebuah kawasan di bukit Alishan untuk lebih dekat dengan suku Tsou. Mulai dari kebudayaan yang bisa dilihat di museum kecil, kemudian sejarah suku Tsou hingga kehidupan sehari-hari dan pakaian mereka yang penuh warna. Suku Tsou dijuluki permata bagi warga Taiwan karena dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi turis mancanegara. Mereka pun berbakat dalam hal kesenian. Terbukti usai jam makan siang, mereka tampil menyanyi dan menari di area yang sudah disediakan bagi pengunjung. KORAN SINDO sempat berkenalan dengan salah satu penduduk suku Tsou. Mooh, pria tegap ini merupakan salah satu penari yang tampil.

“Saya penduduk asli Alishan, sudah lima tahun bekerja sebagai penari. Saya senang menampilkan kebudayaan asli suku Tsou, seperti menari dan berpakaian adat ini. Ini cara kami melestarikan budaya turun-temurun,” tutur Mooh.

Dia menambahkan, semangatnya semakin besar karena setiap hari ratusan wisatawan lokal dan mancanegara datang untuk mengenal kebudayaannya. “Meski terlahir dari keluarga tentara, saya tetap merasa senang ketika bekerja di Yuyupas. Setiap hari bisa kedatangan 400 wisa tawan. Bila hari libur, bisa lebih banyak,” ucapnya bangga.

Di Yuyupas juga menyajikan pemandangan yang sangat indah dari hamparan kebun teh oolong, juga perbukitan yang tidak jarang tumbuh pohon sakura. Menikmati kebudayaan baru dari suku asli Alishan, berfoto dan bercengkerama dengan mereka ditambah dihibur oleh alunan suara serta gerakan tari yang energik menjadi pengalaman mengesankan. Wisatawan dapat menikmati itu dengan membeli tiket seharga NT300 (Rp136.000). Bagi yang ingin berlama-lama melihat sakura, di sekitar pegunungan Alishan banyak terdapat penginapan bagi wisatawan. Bagi turis muslim, penginapan sekaligus restoran ramah muslim juga tersedia.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya