Pihaknya berharap penambahan koleksi berdampak terhadap peningkatan jumlah pengunjung yang kini rata-rata baru 1.600 orang/ bulan. Sedangkan kunjungan turis mancanegara sekira 15 orang, di antaranya dari Belanda, Jepang, Qatar, dan Malaysia.
Untuk proses display, nantinya menggandeng kurator dan Dinas Kebudayaan. Namun mengingat tempat yang terbatas, pihak museum akan memamerkan secara bergantian agar tidak membosankan. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan, pihaknya juga sudah mengajukan surat ke pemerintah pusat untuk ikut merawat keris hibah dari Belanda.
Pemkot Solo kini masih menunggu pemulangan 1.500 artefak dari Negeri Kincir Angin tersebut. Keberadaan museum keris sangat penting sebagai sarana pembelajaran masyarakat tentang dunia perkerisan.
“Saya berharap dari 1.500 artefak yang akan dipulangkan dari Belanda, terdapat keris yang bernilai tinggi, baik dari sisi seni maupun sejarah,” ucap Rudy.
(Helmi Ade Saputra)