Puisi Cinta Ini Membuktikan Cara Orang Arab Kuno Mengungkapkan Kasih Sayang

Vessy Frizona, Jurnalis
Senin 26 Februari 2018 20:50 WIB
Puisi kuno (Foto: Mvslim)
Share :

VALENTINE memang sudah lewat Tradisi merayakan hari kasih sayang sering dilakukan orang-orang dari budaya barat. Dan, merayakan Hari Valentine bukan ajaran Islam dan bukan pula budaya Arab.

Namun, membahas soal Valentine yang identik dengan cinta dan romantisme, rupanya sudah dilakukan orang-orang Arab kuno jauh sebelum tercipta Hari Valentine. Orang Arab telah lebih dulu mahir menciptakan kata-kata cinta nan romantis. Arab banyak melahirkan penyair-penyair cinta di dunia. Sebanyak 70% puisi Arab terdiri dari puisi cinta.

Mulai dari kisah kuno Layla dan Majnun sampai ayat modern Nizar Qabbani, puisi cinta selalu dibuat untuk orang-orang spesial yang ada di hati orang-orang Arab. Tak ada bangsa di dunia yang tidak kagum dengan ekspresi sastra yang begitu menyentuh dari kata, lisan atau tulisan hasil karya orang Arab. Melansir dari Mvslim, Senin (26/2/2018), berikut puisi cinta karya dari Arab.

Nizar Qabbani

 

Penyair terkenal Nizar Qabbani (1923-1998) bisa membuat Anda jatuh cinta dengan kekuatan kata-kata yang ia ciptakan. Nizar lahir di Damaskus, Suriah dan merupakan salah satu penyair berbahasa Arab paling populer di abad ke-20, terkenal karena karyanya yang bertema pada cinta. Kisah bunuh diri yang dilakukan kakaknya, Wissal Qabbani karena tidak bisa menikahi pria yang dicintai, menjadi inspirasi Nizar dalam menghasilkan karya puisi cinta.

 

“I hadn’t told them about you”

“Aku tidak mengatakannya padamu. Tapi mereka melihat itu di mataku. Aku tidak mengatakannya padamu. Tapi mereka bisa melihat lewat kata-kata yang ku tulis. Aroma cinta tidak dapat disembunyikan.”

“Die on my chest”

“Aku memberimu pilihan untuk dipilih. Entah itu mati dalam dekapan ku atau dalam lembaran puisi ku.”

Rumi

 

Jalal ad-Din Muhammad Rumi atau yang sering disebut Rumi adalah seorang penyair Muslim asal Persia abad ke-13. Saat ini dia adalah penyair terlaris di Amerika Serikat karena pesannya yang sangat universal. Mencoba untuk mengingatkan semua, bahwa terlepas dari perbedaan yang ada, kita diciptakan oleh satu Tuhan, sehingga terjadi hubungan spiritual. Dengan begitu kita dapat menerima segala perbedaan.

Menurutnya, orang yang bisa melihat keindahan dunia adalah orang memiliki kecantikan dari dalam. Baginya, keindahan yang kita lihat di dunia adalah cermin jiwa kita. Siapa pun yang memiliki kedamaian di dalam dirinya, akan melihat keindahan yang ada di penjuru bumi, dan siapa pun yang menyimpan dendam di dalam dirinya, tidak akan melihat apapun kecuali kejahatan di setiap tempat.

“Do you love me”

“Apakah kamu mencintaiku? Seorang kekasih bertanya kepada kekasihnya. Apakah kamu lebih mencintai diri sendiri daripada mencintaiku? Lalu yang ditanya menjawab, aku telah mati untuk diriku sendiri dan hidupku untukmu.”

Khalil Gibran

 

Khalil Gibran (6 Januari 1883 - 10 April 1931) adalah seorang penulis dan penyair asal Lebanon. Karya Khalil, ditulis dalam bahasa Arab dan Inggris. Kryanya penuh dengan coretan lirih dan mengungkapkan sifatnya yang sangat religius dan mistis. The Prophet (1923) merupakan sebuah buku esai puitis karyanya yang mendapatkan status kultus di kalangan pemuda Amerika selama beberapa generasi.

“Tell no one”

“Bepergianlah dan katakan kepada siapa saja, hidupkanlah kisah cinta sejati dan katakan pada siapa pun, hiduplah dengan bahagia dan katakan kepada siapa saja kangan merusak keindahan.”

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya