Kepala vaksin di badan amal kesehatan Wellcome Trust Inggris, Charlie Weller, mengatakan bahwa temuan tersebut adalah peringatan yang jelas bahwa pilihan pengobatan untuk tifus sudah hampir habis dan fokus pada pencegahan sekarang sangat penting.
Vaksin baru melawan tifus disetujui bulan lalu oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan aliansi vaksin global GAVI mengatakan bahwa tahun lalu mereka telah menyiapkan Rp1,1 triliun untuk membantu mendukung pengenalan vaksin tifus di negara-negara miskin.
(Baca Juga: Mengenal Seluk Beluk Kanker Melalui Anjing)
Penelitian sebelumnya oleh ilmuwan Sanger, yang disiarkan pada 2015 menemukan bahwa jaringan H58 dari tifus pertama kali muncul di Asia Selatan pada 25-30 tahun lalu. Itu awalnya berlangsung di Asia dan Afrika sebelum menyebar ke seluruh dunia, yang kemudian menjadi jaringan dominan pada 2015.
(Baca Juga: 5 Cara Melabrak Pelakor Paling 'Ganas' di Media Sosial, Nomor 4 Paling Berani!)
(Muhammad Saifullah )