Jangan bangga dulu menjadi ayah tunggal saat membesarkan anak-anaknya sendirian. Anda cenderung mudah menderita penyakit kronis yang menimbulkan risiko kematian dini.
Sebabnya, ayah tunggal mudah menderita stres karena gaya hidup dan beban dalam membesarkan anak-anak. Ayah tunggal tugasnya cukup berat, yakni sebagai kepala keluarga, serta pondasi keluarga.
Sebuah studi baru telah menghubungkan risiko ayah tunggal yang memicu kematian dini. Disebutkan bahwa, ayah tunggal lebih besar risikonya menderita penyakit jantung hingga kanker akibat gaya hidupnya.
"Penelitian kami menyoroti bahwa ayah tunggal memiliki tingkat kematian lebih tinggi. Itu karena mereka gampang stres dan tidak ada dukungan dari pasangan," ujar Pemimpin Peneliti Maria Chiu dari University of Toronto di Kanada.
Seorang ayah tunggal cenderung memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Termasuk pola makan yang buruk, kurang olahraga, atau minum alkohol berlebihan.
Tim peneliti melacak 40.500 orang di seluruh Kanada selama 11 tahun dan subjek mencakup 4.590 ibu tunggal dan 871 ayah tunggal. Rata-rata mereka usianya awal 40 tahunan saat penelitian dimulai.
Hampir 700 laki-laki yang menjadi ayah tunggal meninggal dunia pada akhir periode pemantauan. Tim peneliti juga membandingkan kehidupan ibu tunggal dalam membangun keluarga.