Kementerian PPPA: Stop Kekerasan terhadap Anak dengan Rumus TANGKIS!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 08 Februari 2018 11:51 WIB
Ilustrasi (Foto: Huffingtonpost)
Share :

KEBERADAAN anak jalanan masih menjadi kekhawatiran yang cukup besar. Mereka adalah kelompok rentan akan kekerasan seksual maupun kejahatan lainnya. Kehidupan mereka benar-benar dihadapkan oleh hal negative yang sebetulnya tidak boleh mereka rasakan seumur hidup.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencoba untuk terus melindungi anak-anak jalanan ini dari segala risiko yang bisa terjadi pada dirinya. Salah satunya adalah dengan memberitahu mereka apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat mereka berada di jalanan. Kemenetrian PPPA juga berharap agar anak jalanan itu tidak lagi hidup di sana dan mau kembali menjalani hidup selayaknya anak-anak.

“Kontribusi kami memastikan mereka memiliki hak yang sama dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Sosialisasi yang kami lakukan memastikan anak-anak jalanan ini kemudian sadar bahwa mereka punya hak yang sama dan menjauhkan mereka dari segala macam tindak kejahatan,” terang Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi Valentina Ginting, di Kantor Kementerian PPPA RI, Jakarta Pusat, Kamis (8/2/2018).

Valen melanjutkan, kejahatan seksual masih tinggi dialami anak jalanan. Mereka tidak boleh mendapatkan hal negatif sama sekali dan anak-anak ini memiliki kewajiban untuk melaporkan apa yang dia alami ke pihak yang berwajib. “Kami mengharapkan pola pengasuhan alternatif seperti ini bisa merangkul anak-anak jalanan dan membuat mereka menjadi lebih kuat,” paparnya.

Lebih lanjut, jika bicara data, menurut Kementerian PPPA, di kelompok anak jalanan sendiri, ada 1 dari 5 anak perempuan yang menjadi korban kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual. Sementara itu, untuk anak laki-laki, 1 dari 3 dari mereka menjadi korban kekerasan. Hal ini sangat memperihatinkan dan menjadi tugas banyak pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Berdasar pemaparan Kementerian PPPA, ad acara untuk bisa menghindari anak-anak ini dari tindak kejahatan. Konsep ini dikenal dengan nama TANGKIS. Seperti apa itu?

Yang pertama adalah mengenalkan kepada seluruh anak di Indonesia bahwa “tubuhmu adalah milikmu”. Makanya, sangat penting untuk diinformasikan kepada anak-anak bahwa jika ada orang asing yang menyentuh tubuh si anak atau bahkan melakukan tindakan kekerasan, si anak mesti berani berbicara dan berani untuk menolaknya.

Kemudian, yang berikutnya adalah awas dengan sekitar. Pemahaman jangan terlalu dekat dengan orang asing pun harus terus diinformasikan. Tidak menutup kemungkinan, orang asing itu bisa saja bakal menyulik anak atau bahkan memperkosa si anak. Jadi, mintalah si anak untuk menolak ajakan dari orang asing.

Selanjutnya, hal yang mesti dilakukan si anak adalah mengenal informasi sesuai usia mereka. Anak-anak tidak diperbolehkan menyaksikan sinema televisi yang kurang mendidik, dan yang pasti anak-anak hanya boleh menggunakan gawai saat mereka berusia 14 tahun!

Tips berikutnya adalah ajak si anak untuk aktif dalam kelompok. Ini penting supaya si anak bisa mempelajari hal lain yang lebih bermanfaat dan yang terpenting, si anak bisa bersosialisasi dengan orang lain yang tentunya positif untuk kehidupannya.

Oh iya, sangat penting untuk mengajarkan anak untuk bisa mengatakan “tidak” pada hal yang kurang menguntungkan untuk dirinya. Anak-anak mungkin polos, tetapi, ketika mereka diberikan pemahaman yang baik dalam menjawab suatu ajakan, maka bukan hal mustahil jika mereka bisa memproteksi diri sendiri.

Sementara itu, tidak ada salahnya bagi si anak untuk mengingat nomor telepon keluarganya. Ini penting ketika si anak tersesat atau membutuhkan bantuan dalam kondisi yang mendesak. Pastikan si anak sadar bahwa saat dirinya dalam bahaya, mau untuk menghubungi orangtuanya.

Dan yang tidak bisa dilupakan adalah membiasakan anak untuk mau berbagi cerita setiap harinya. Keterbukaan yang baik antara anak dan orangtua tentunya akan membawa dampak yang baik bagi kehidupan si anak.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya