Bisakah Manusia Meninggal dalam Kondisi Berdiri?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis
Kamis 01 Februari 2018 10:01 WIB
Ilustrasi
Share :

Umumnya kaku mayat mulai perlahan terjadi 3 sampai 4 jam setelah meninggal. Tubuh akan benar-benar kaku total setelah 7 sampai 12 jam. Setelah kira-kira 36 jam atau dua hari sesudahnya, otot-otot yang kaku pun akan melemas kembali. Pelemasan otot-otot ini memicu usus untuk mendorong dan membuang sisa-sisa racun dan cairan keluar dari dalam tubuh.

Namun, risiko seseorang untuk meninggal dalam keadaan berdiri kaku akan lebih tinggi bila sesaat sebelum kematian tubuhnya telah menghabiskan ATP dalam jumlah banyak. Misalnya dengan melakukan olahraga berat saat tubuh sudah kelelahan.

Tubuhnya akan lebih cepat kekurangan oksigen sehingga ATP menipis dengan cepat. Akhirnya tubuh akan lebih cepat atau langsung mengalami kekauan saat meninggal.

Inilah yang menyebabkan seseorang bisa mati berdiri mendadak

Pada kasus yang pernah terjadi oleh prajurit asal Jepang, oksigen dan ATP menipis karena berkelahi melawan ratusan tentara dan tubuhnya penuh tertancap begitu banyak anak panah dari musuh. Seseorang yang mengalami luka dalam yang menempel di badan (seperti panah-panah yang menancap menembus tubuh) dapat menjaga postur tubuh mayat tetap dalam posisi berdiri dan tidak menekuk saat meninggal.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya