MELUKIS mural biasanya bagi sebagian seniman dilakukan di tembok gedung, kantor, infrastruktur umum seperti jembatan dan taman. Tapi apa jadinya bila melukis mural dilakukan di bukit dengan latar belakang hutan.
Di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, demi mempercantik bukit di hutan, sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) mempercantik bukit dengan lukisan mural di bukit setinggi 10 hingga 20 meter.
Bukit Tunggangan begitulah nama sebuah bukit berkapur di Trenggalek, di sinilah para seniman lukis dan mural mempercantik tebing di sekitar bukit.
Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kendalrejo, Imam Rofiqi menyatakan melukis bukit ini dijadikan ajang supaya warga sekitar mampu menjaga lingkungan dan hutan yang ada di dalam kawasan gunung.
"Selama ini banyak warga yang menebang pohon yang menyebabkan hutan gundul. Makanya kita ingin mereboisasi mengajak warga sekitar menjaga bukit dengan melukis bukit ini," ujar Imam saat ditemui Okezone.
Dari atap bukit, wisatawan dapat melihat pemandangan Kota Trenggalek dan hamparan hijaunya permadani persawahan. Namun wisatawan harus hati - hati, licinnya medan membuat sebaiknya anda menggunakan alas kami yang nyaman.
Menempati area seluas 20 hektar kawasan di bukit kapur ini dikelola bersama antara Perhutani dan Pokdarwis ini juga digunakan olahraga paralayang di Kabupaten Trenggalek.
"Selama ini kan yang terkenal dengan paralayangnya di Kota Batu. Padahal sebenarnya di Trenggalek juga punya potensi yang tak kalah dengan di Batu," ungkapnya.
(Baca Juga: Sepotong Sandwich Dibanderol Rp2,3 Juta, Ternyata Bahan Ini yang Digunakan)
Di tebing bukit, tampak gambar - gambar seperti pahlawan nasional, motif abstrak, hingga mural dengan pesan sosial terpampang dengan indah. Tak heran dari mural di bukit itu, para wisatawan sudah mulai berdatangan ke lokasi.
Pengunjung pun tampak berfoto dan berselfie ria dengan latar belakang indahnya lukisan mural. Latar belakang di bawah bukti yang indah juga acap kali membuat wisatawan 'terangsang' berfoto.
"Lokasinya bagus untuk foto, pemandangannya pun indah. Terpenting murah biayanya. Cuma akses jalannya licin sesaat setelah hujan," ujar Naila, salah seorang pengunjung asal Surabaya saat ditemui lokasi.
(Baca Juga: Asal Usul Gadis Cilik Bule Fasih Berbahasa Manado yang Sempat Viral)
Sementara itu, salah seorang seniman mural yang berpartisipasi Arsdyansyah Anamta Firdauzie mengatakan melukis mural ini menjadi bagian dari menarik masyarakat supaya datang ke Bukit Tunggangan.
"Selama ini kurang ada perhatian dari dinas terkait. Makanya para seniman dan masyarakat bergotong royong mengelola tempat wisata ini," ungkapnya.
Bahkan demi memperlancar akses wisatawan, warga dan relawan memperbaiki jalan menuju lokasi dengan bekerja bakti setiap hari Minggu-nya.
(Baca Juga: 4 Langkah Menghidupkan Fantasi Seksual Anda dan Pasangan)
Imam berharap dengan mempercantik bukti ini dapat membuka akses wisata dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar Bukit Tunggangan. Selain itu yang terpenting bagaimana hutan yang ada di sekitar lokasi bisa kembali rimbun tanpa adanya penebangan liar.
"Ya harapannya bisa menjaga kelestarian lingkungan di sekitar lokasi dan di Kabupaten Trenggalek," pungkasnya.