“Penggunaan M-System tidak terbatas di dinding dan bekisting saja. M-System dapat digunakan untuk kebutuhan lantai, border, sampai bagian anak tangga,” katanya. M-System mampu menopang bangunan setinggi empat lantai.
Ruang di antara superfoam dapat diisi dengan beton untuk mendapatkan karakter struktur bangunan yang dibutuhkan. Untuk kalkulasi volume plesteran, di bidang seluas 60 m2 dapat diplester selama satu jam dengan ketebalan 1 cm. Instalasi kelengkapan bangunan semisal pipa dan kabel juga dapat dipasang dengan mudah.
Dibandingkan dengan sistem konstruksi konvensional, aplikasi M-System punya banyak keuntungan. Seperti perakitan yang lebih cepat, bobot yang ringan, banyak pilihan untuk beragam kebutuhan, serbaguna, daya tahan tinggi, hemat energi, dan lebih ekonomis.
Penggunaan M-System juga berdampak positif bagi rumah karena sifatnya yang menyekat panas, ruangan akan lebih dingin. “Keunggulan M-System bisa juga meredam bising karena dibuat dari material tahan api, tahan gempa, dan badai,”papar Rizky M-System merupakan solusi yang paling tepat untuk sistem bangunan yang ramah lingkungan dibanding sistem tradisional dengan ketergantungannya terhadap material yang berasal dari sumber daya alam seperti batu, dan kayu.
“Fitur insulasi yang dimiliki superfoam menjadikan M-System jauh lebih efisien dalam hal penghematan energi dibanding jenis bahan bangunan lainnya,” kata Rizky. Saat ini di Indonesia memang belum mengenal pengaplikasian M-System.