Namun, apabila mereka menonton tv dengan durasi yang sama tetapi tidak dilengkapi dengan iklan makanan cepat saji, kebiasaan makan mereka tidak akan terpengaruh.
“Ini adalah bukti terkuat bahwa iklan makanan cepat saji bisa meningkatkan keinginan para remaja untuk menyantap makanan tersebut. Kami tidak mengklaim setiap remaja yang menonton TV komersial akan menyukai junk food, namun penelitian ini menunjukkan adanya hubungan kuat antara iklan dan kebiasaan makan,” tutur Dr Jyotsna Vohra, selaku ketua penelitian.
Lalu apa yang membuat iklan tersebut berhasil menarik perhatian para remaja?
(Baca Juga: Ini 5 Alasan Laki-Laki Berbulu Banyak Digilai Perempuan, Salah Satunya Dianggap Jago di Ranjang)
Menurut Vohra, iklan makanan cepat saji sering kali menampilkan bahasa ‘gaul’, referensi tren saat ini, tokoh dan plot iklan yang menyenangkan, serta taktik manipulative lainnya yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis para remaja.