REMBANG mungkin belum setenar daerah lain di Jawa Tengah yang dikunjungi wisatawan untuk berlibur. Akan tetapi, bagi wisatawan yang senang dengan sejarah, banyak hal yang bisa didapatkan di sana. Mulai dari makam R.A Kartini hingga kawasan Tiongkok kecil. Kawasan itu berada di Kecamatan Lasem.
Berdasarkan benda-benda peninggalan sejarah, sejumlah fakta menunjukkan Lasem adalah lokasi pendaratan pertama saat penduduk Tionghoa datang di Pulau Jawa. Hal ini membuat kecamatan seluas 4.504 ha itu menjadi perkampungan Tionghoa. Lahan yang tersedia dimanfaatkan sebagai pemukiman warga, pertambakan, dan hutan kota.
Saat berkunjung ke Lasem, wisatawan akan langsung melihat bangunan-bangunan yang berarsitektur oriental. Selain itu, di sejumlah bangunan terdapat benda-benda pusaka khas Tionghoa. Meski begitu, masyarakat di sana tergolong majemuk. Wisatawan bisa menemukan klenteng, vihara, masjid, hingga makam ulama dan masyarakat yang hidup rukun berdampingan.
Banyak sebutan yang dimiliki oleh Lasem seperti kota santri, kota pusaka, kota pelajar, kota penghasil jambu dan mangga, dan kota batik. Saat berkunjung ke sana, sejumlah objek wisata bisa dikunjungi oleh wisatawan. Ada patung Buddha Terbaring yang berlapis emas seperti di Thailand dan pusat pengrajin batik pesisir. Tak sedikit pula wisatawan yang senang berkeliling untuk sekadar berfoto dengan latar belakang bangunan yang tidak biasa.
Selain klenteng, wisatawan juga dapat berkunjung ke Vihara Arama Ratanavana yang terdiri dari beberapa tingkat. Di masing-masing tingkat terdapat patung Buddha dengan berbagai posisi dan miniatur Candi Borobudur. Selanjutnya ada Masjid Jami yang di dalamnya terdapat sejumlah makam ulama. Terakhir, bagi wisatawan yang penasaran dengan budaya Tionghoa dapat mengunjungi Omah Candu Lawang Ombo. Rumah kuno yang sering dijadikan lokasi penelitian sejarah itu merupakan peninggalan saudagar Tionghoa bernama Liem Kok Sing. Hingga kini, masih ada keluarga yang mendatangi rumah itu untuk beribadah atau menjalankan tradisi.
(Renny Sundayani)