Berwisata ke Lasem, Kawasan yang Dijuluki Tiongkok Kecil

Tiara Putri, Jurnalis
Selasa 09 Januari 2018 08:09 WIB
Klenteng Poo An Bio (Foto: Yukpiknik.com)
Share :

REMBANG mungkin belum setenar daerah lain di Jawa Tengah yang dikunjungi wisatawan untuk berlibur. Akan tetapi, bagi wisatawan yang senang dengan sejarah, banyak hal yang bisa didapatkan di sana. Mulai dari makam R.A Kartini hingga kawasan Tiongkok kecil. Kawasan itu berada di Kecamatan Lasem.

Berdasarkan benda-benda peninggalan sejarah, sejumlah fakta menunjukkan Lasem adalah lokasi pendaratan pertama saat penduduk Tionghoa datang di Pulau Jawa. Hal ini membuat kecamatan seluas 4.504 ha itu menjadi perkampungan Tionghoa. Lahan yang tersedia dimanfaatkan sebagai pemukiman warga, pertambakan, dan hutan kota.

Saat berkunjung ke Lasem, wisatawan akan langsung melihat bangunan-bangunan yang berarsitektur oriental. Selain itu, di sejumlah bangunan terdapat benda-benda pusaka khas Tionghoa. Meski begitu, masyarakat di sana tergolong majemuk. Wisatawan bisa menemukan klenteng, vihara, masjid, hingga makam ulama dan masyarakat yang hidup rukun berdampingan.

Banyak sebutan yang dimiliki oleh Lasem seperti kota santri, kota pusaka, kota pelajar, kota penghasil jambu dan mangga, dan kota batik. Saat berkunjung ke sana, sejumlah objek wisata bisa dikunjungi oleh wisatawan. Ada patung Buddha Terbaring yang berlapis emas seperti di Thailand dan pusat pengrajin batik pesisir. Tak sedikit pula wisatawan yang senang berkeliling untuk sekadar berfoto dengan latar belakang bangunan yang tidak biasa.

Kentalnya budaya Tionghoa membuat kawasan tersebut memiliki banyak klenteng. Setidaknya ada 3 klenteng yang bisa dikunjungi karena memiliki cirinya masing-masing. Pertama Klenteng Cu An Kiong yang disebut sebagai klenteng tertua dan sudah ada sejak abad ke-16. Kemudian ada Klenteng Gie Yong Bio yang dibangun untuk menghormati pahlawan dan sebagai monumen peringatan. Terakhir yaitu Klenteng Poo An Bio.

Selain klenteng, wisatawan juga dapat berkunjung ke Vihara Arama Ratanavana yang terdiri dari beberapa tingkat. Di masing-masing tingkat terdapat patung Buddha dengan berbagai posisi dan miniatur Candi Borobudur. Selanjutnya ada Masjid Jami yang di dalamnya terdapat sejumlah makam ulama. Terakhir, bagi wisatawan yang penasaran dengan budaya Tionghoa dapat mengunjungi Omah Candu Lawang Ombo. Rumah kuno yang sering dijadikan lokasi penelitian sejarah itu merupakan peninggalan saudagar Tionghoa bernama Liem Kok Sing. Hingga kini, masih ada keluarga yang mendatangi rumah itu untuk beribadah atau menjalankan tradisi.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya