(Baca Juga: Ini Lho Manfaatnya Punya Hobi Naik Gunung)
Lalu pada tanggal 4 Januari, tim melanjutkan perjalanan ke high camp. Di high camp, tim menetap selama dua hari untuk beristirahat dan bersiap melakukan summit (perjalanan ke puncak) pada 6 Januari 2018. Akhirnya, pada tanggal 6 Januari, tim berhasil mencapai puncak Vinson Massif, titik tertinggi di Antartika.
Prestasi semacam ini bukanlah yang pertama untuk Dedi dan kawan-kawan dari Mapala UI. Sebelumnya, Dedi juga telah berhasil mencapai Puncak Carstensz (Indonesia) bersama dengan anggota Mapala UI lainnya, yaitu Mahendratta S., Fandhi Achmad, dan Ahmad Nadil pada Mei 2016. Tidak lama berselang, tepatnya pada September 2016, Dedi berhasil mencapai Puncak Elbrus (Rusia) bersama Fandhi dan Ade Wahyudi). Kemudian pada Februari 2017, Dedi serta Agam Napitupulu berhasil mencapai puncak Aconcagua (Argentina).
Mapala UI sendiri sebelumnya telah mengadakan ekspedisi Seven Summits dunia yang dimulai pada 1972. Saat itu, mereka berhasil menggapai Puncak Carstensz, yaitu puncak tertinggi di kawasan Australasia. Selama beberapa tahun berikutnya, menyusul empat puncak lain yang berhasil dijamah oleh tim Mapala UI, yaitu puncak Kilimanjaro (1983), McKinley (1989), Elbrus (1990) dan Aconcagua (1993).
(Baca Juga: Cerita 2 Mahasiswi Indonesia yang Kibarkan Merah Putih dan Mainkan Angklung di Puncak Denali Alaska)