Secara genetik, pihak CDC juga berhasil mengidentifikasi kandungan bakteri E.Coli yang terdapat pada romaine lettuce. Mereka menghimbau agar warga Amerika menghindarinya hingga dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi.
BACA JUGA:
James Rogers, PhD dari Consumer Reports mengatakan, ia tidak sepenuhnya setuju dengan keputusan pemerintah maupun dinas kesehatan Amerika. Namun, ia meminta agar para konsumen lebih berhati-hati dalam mengolah sayuran tersebut.
“Meskipun kita tidak bisa memastikan 100 persen bahwa romaine lettuce adalah penyebab wabah E.Coli di AS, semua orang harus lebih hati-hati mengingat sayuran ini lebih sering dikonsumsi dalam keadaan mentah,” tutur James.
Lebih lanjut ia menjelaskan, semua orang memang harus mengasumsikan bahwa seluruh produk romaine lettuce dapat menimbulkan risiko E.Coli, termasuk pada produk yang sudah dimasukkan di dalam lemari pendingin atau bahkan telah dicampurkan pada olahan salad. Demikian dilansir dari Food Beast, Jumat (5/1/2018).
(Santi Andriani)