2. Lakukan aktivitas fisik
Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi tekanan yang disebabkan oleh kemarahan. Jika dalam satu waktu Anda merasa kemarahan Anda mulai memuncak, cobalah bangun dari tempat duduk dan berjalan-jalan sejenak. Anda juga bisa meluangkan waktu sejenak untuk melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan.
3. Gunakan kata “aku” dalam setiap pernyataan
Walaupun Anda sedang marah, tetapi usahakan untuk menghindari kritik atau menyalahkan seseorang. Hal ini hanya akan menambah ketegangan yang ada. Gunakan pernyataan “aku” untuk menjelaskan masalah. Misalnya kalimat “Aku kesal karena kamu mengulangi kesalahan yang sama berulang kali” jauh lebih halus dan bisa diterima jika dibandingkan dengan kalimat “Kamu selalu saja mengulangi kesalahan yang sama setiap hari.”
4. Jangan menyimpan dendam
Memaafkan adalah cara yang ampuh mengatasi kemarahan yang dapat berujung pada sakit kepala. Jika Anda membiarkan amarah dan perasaan negatif lainnya menguasai Anda, maka tubuh Anda akan mendapatkan efek buruk dari kemarahan tersebut. Tetapi, jika Anda bisa memaafkan seseorang yang membuat Anda marah, Anda berdua bisa belajar dari situasi dan memperkuat hubungan Anda. Hal yang paling penting ialah Anda akan terhindar dari siksaan sakit kepala yang mungkin menyerang.
Marah memang sulit sekali diprediksi. Ia datang begitu saja ketika ada hal yang tidak sesuai dengan diri. Anda hanya bisa mengontrolnya agar tidak menjadi-jadi dan terhindar dari sakit kepala akibat marah.
(Risna Nur Rahayu)